6 Alasan Pebisnis Internet Gagal
Bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan bahwa lebih banyak pebisnis internet (pemula) yang gagal di tengah jalan ketimbang mereka yang melenggang dengan sukses. Jika kita hitung dengan menggunakan prinsip pareto, maka hanya 20% dari peminat bisnis internet yang berhasil melewati fase ujian pemula. Dari jumlah itu, hanya 20% yang lulus menjadi pebisnis internet sukses. Artinya, dari keseluruhan orang yang berminat terhadap bisnis internet, hanya 4%-nya yang benar-benar berhasil, berhasil, berhasil, horeee!
Yang lucu di sini menurut saya, alasan mengapa kebanyakan pebisnis internet layu sebelum berkembang bukanlah sesuatu yang baru. Semuanya masalah klasik yang entah mengapa, tetap saja menjadi masalah dari dulu hingga kini. Eh tapi kalau gak begitu namanya bukan masalah klasik, ya, hehehehe.
Nah, berikut ini 6 alasan mengapa pebisnis internet bisa mengalami kegagalan:
- Meyakini bahwa bisnis internet adalah cara cepat kaya
Ini adalah alasan yang paling umum dan paling banyak membuat orang gagal. Penyebabnya karena memang sudah sifat dasar manusia yang ingin sedikit bekerja tapi uang berlimpah. Apalagi didoktrin dengan acara-acara di televisi (baca: sinetron) yang penuh dengan kemewahan. Tambah deh, bawaannya kalap kalau liat duit, hehehe. Yang perlu dipahami, bisnis internet adalah bisnis, dan semua bisnis pasti butuh waktu agar bisa sukses. Oleh karena itu, jangan keburu ngiler kalau ada yang mengatakan bahwa mereka bisa cari duit dengan gampang di internet. Meskipun SAAT INI mereka bisa melakukannya, bisa saja SEBELUMNYA mereka butuh waktu waktu dan usaha ekstra keras untuk bisa mewujudkannya. - Terlalu banyak berpikir
Kalau ada istilah NATO (No Action Think Only), ya ini yang cocok bagi mereka yang terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dan bertanya, tanpa melakukan tindakan yang nyata. Pertanyaan yang umum, misalnya, “apa benar internet bisa bikin orang kaya?”, “kalau mau jadi pebisnis internet harus mulai dari mana”, “kalau mulai dari sekarang masih bisa sukses atau gak“, dan sebagainya. Sayangnya, orang yang seperti mereka ini, meskipun sudah mendapatkan jawaban, justru akan mencari-cari pertanyaan yang lain. Bagai lingkaran yang tak berujung lah pokoknya (silahkan dibayangkan sendiri, hehehe). - Tidak mau mengeluarkan modal
Yang ini sudah pernah saya bahas di artikel “Tidak Punya Uang atau Tidak Mau Keluar Uang?“. Baca juga artikel “Perkiraan Modal Untuk Bisnis Internet“, “Kurang Modal? Jual Diri Dong!“, serta “Contoh Bisnis Internet Modal Minimal” sebagai pelengkap. - Tidak mau belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber
Kebanyakan pemula tersandung oleh iklan produk digital yang mengekspos cara cepat kaya dari internet. Tanpa mencari informasi lebih lanjut, mereka langsung membeli produk tersebut dan pada akhirnya kecewa serta menganggap bisnis internet adalah sebuah penipuan. Itulah sebabnya kita harus jeli dalam memilah produk digital yang ingin kita beli serta harus memiliki pikiran terbuka untuk menerima informasi dan belajar dari berbagai sumber. Jika memungkinkan, cari sosok guru yang sekiranya dapat membantu Anda agar tidak terjebak dari jebakan-jebakan maut semacam itu. - Kurang serius dan menganggap bahwa bisnis internet adalah bisnis main-main
Memang aneh, jelas-jelas saja namanya bisnis internet, namun banyak yang masih menganggap bahwa ini bukan lah bisnis. Teorinya gampang saja, jika Anda menganggapnya main-main, maka hasilnya pun main-main. Jika Anda menganggapnya serius, maka insya allah hasilnya pun serius. Menetapkan visi, misi, dan target merupakan salah satu cara untuk membantu agar pikiran kita fokus dan tetap serius dalam bisnis internet yang kita tekuni. - Tidak mau berinovasi
Meniru memang salah satu shortcut untuk mencapai tujuan sukses. Tapi meniru dan menerapkannya mentah-mentah adalah sebuah kebodohan. Dulu, pada saat orang lain tahu bahwa situs gadget saya banyak menghasilkan dari Google AdSense, berbondong-bondong mereka membuat situs sejenis. Tidak hanya topiknya, sampai template dan nama domainnya pun disamakan. Hasilnya? Hampir semua gagal dan punya saya tetap bertahan
Satu yang tidak disadari oleh mereka adalah saya sukses bukan karena pemilihan topik (yang sebetulnya asal karena sesuai dengan hobi saya), template (yang saya bikin sendiri hanya agar berbeda dengan situs yang lain tanpa ada pemikiran soal SEO sama sekali), dan nama domain (yang kebetulan menggunakan domain lama saya tanpa berpikir soal SEO). Saya sukses karena… nanti aja deh di artikel tersendiri, hehehe.
Semoga tidak ada satu pun dari keenam alasan di atas yang menjadi penghalang dari diri Anda
loading...
Artikel yang berhubungan:
Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.
81 Responses to “6 Alasan Pebisnis Internet Gagal”
Leave a Reply
Search terms: anne ahira vs cosa aranda, apa kata cosa aranda tentang anne ahira, MASSALAH YANG SERING MUNCUL DALAM KOMPUTER, artikel tentang tidak ada kata gagal dalam berbisnis, pebisnis sukses yang tidak mengenal kata gagal, w, ptc yg di ikuti cosa aranda, cara atasi ejakulasi awal, "mengapa ekspansi yang cepat dapat membuat gagal usaha", alasan dotcom gagal, kata ahira tentang ptc, pendapat dan alasan tentang internet, www.bungerik.com, http://kayadaribisnisinternet.com/konsep-dasar-bisnis-online, fahrizal muda, trik ngajar supaya gak bosenin, Cosa membuat situs tentang informasi gadget, jadi ekor naga versus kepala cicak, tersandung masalah CosaAranda.biz, "multiple source of income",











Tambahan mas, salah satu penghambat sukses bisnis internet itu ialah “kalah dengan alasan”. Ada tiga alasan yang sering muncul: Tidak Punya Uang, Tidak Punya Waktu, dan Tidak Bisa. Padahal kalau memang serius, hambatan itu bisa kita atasi. Belajarlah dan jangan fanatik dengan 1 guru.
Itu berarti 3T namanya mas, hehehe… tambahin satu lagi deh. Tidak Mau Berusaha
ikut Tambahan, yaitu Penyakit saya “Malas” hehehehe
hahaha, kalau malas itu ekang sudah bawaan mas sariful. Saya klo dah berhadapan sama laptop bawaannya bukan belajar internet marketing malah kecanduan PTC…. yang kelas teri malah di kejar – kejar, ampun deh
fyi, dari yg ‘kelas teri’ tersebut ada temenku yg bisa dapet $100 per hari…
ptc bagus kok, ngajarin kita untuk menghargai hal2 kecil, semisal earning $0.01.
wah, berarti gak salah ya mas klo saya main main sama PTC… mantap
main ptc tua di depan monitor mas wkwkwkwk..
mendingan jualan ebooknya cosa.. betul?
hasil dari ptc kalau mau ditekuni ya lumayan kok buat nambah2 uang jajan
bisnis internet sama seperti bisnis lain, banyak hambatannya. Siapa yang bisa bertahan, dialah yang akan sukses. Semoga saya bisa bertahan supaya sukses.
Kalau kata Pak Joko Susilo adalah stop dreaming start action, kata anne ahira praktek, praktek, praktek. Fokus, fokus, fokus… perlu kerja keras memang dalam berbisnis internet
Intinya sama semua mas…jangan menyerah. Mana ada sih mau sukses seba instan ??
kebiasaan makan mie instant sih, jd pengennya instant terus
hehe..liat deh efek mie instan. Lama2 gk baik buat kesehatan. So, klo cara-cara kita instan juga, bakal gak bagus ke depannya..
waduh, aku makannya 2 hari sekail mie instan nih
pantes rambut mas keriting yoo
hati-hati bos… banyak temen2 chinese saya yg bilang makan mie instan itu mengentalkan darah, menyumbat lubang pembuluh darah…
Jangan2 ntar bisa mati muda… hehehe…
anakku ik demen banget mie instan, di larang2 malah sakit, soale ga mau makan wkwkwk
saya sedang berperang melawan 6 alasan ini mas, terutama nomor 2…terlalu banyak belajar dan ngobrol, akhirnya lupa take action…
maju terus saja dech bisnis online …
salah dalam memulai
salah dalam menilai
salah dalam memahami
salah dalam melangkah
pokoknya salah semua deh.
kalau bener kan gak mungkin gagal.
Mas unego, Saya sudah mendapatkan dolar dari internet dengan diawali:
salah dalam memulai
salah dalam menilai
salah dalam memahami
salah dalam melangkah
yang penting tidak usah terlalu menyalahkan apapun (baik orang lain maupun diri sendiri)
Tidak penting diawali dengan kesalahan, yang penting action, learn, action, learn, action, learn, earning!
ane juga suka pendapat om fahrizal, bener-bener nasehat bagus
setubuh ups… setuju ama mas Fahrizal…action, learn, action, learn, action, learn, earning, sedekah, earning lebih bisar lagi sedekah lagi…masuk surga.. hehehe tetap semangat…
nomor 6 memang paling fatal tuh..
kalo ini sesuai dengan prinsip mas hengky. ‘lebih baik jadi kepala ular daripada jadi ekor naga’, intinya: harus inovatif dan menjadi pionir, jangan hanya jadi follower, bukan begitu mas?
lebih baik lagi kalo jadi kepala naga
betul, tapi gak semudah itu toh mas? perlu jam terbang utk jadi kepala naga.. heheheh
lebih baik jadi kepala cicak daripada ekor buaya, wkakaka….
KPK VS POLRI
mantep mas.. solusi nya: belajar dari mbah surip.. wkwkwkk
Kata org bule : “Me Too” products. Alhasil semua sama dan tdk ada hal yang baru
menunggu lanjutan cerita nomor 6….
Nunggu no 6 ? jgn deh… action dulu.
Klo msh nunggu no 6, kondisi Anda tdk ubah-nya spt no 2.
apakah kita tidak boleh berfikir klo bisnis internet itu bikin kita cepet kaya ? karena klo kita berfikir demikian maka itu menjadi motivasi kita untuk eksis di bisnis ini. CMIIW
boleh saja, asal pengertiannya ‘cepet kaya’-nya juga dibekali dengan pemahaman kita bisa cepet kaya dari bisnis internet ‘kalo sudah ngerti caranya’
kan ada dukun blogger mas.. wkwkwk..
pake pesugihan ya mashengky… hahaha
dukun blogger ? wah bagus tuh buat nama domain, judul ebook atau nama produk….hehehe
Kalo menurut saya sih om mail, fikiran seperti itu justru akan menjadi suatu boomerang jika kita tidak bisa merealisasikannya. Karena segala sesuatu itu butuh waktu dan usaha. Oleh karena alasan demikian mungkin kenapa pikiran bisnis internet adalah cara cepat kaya menjadi salah satu faktor kegagalan…..
Jadi kalo boleh saya simpulkan :
Bisnis Internet = Bisnis
sangat simpel tapi saya lupa akan hal ini
artikel yg bagus om
Mo Nanya nih….kira – kira ketidak konsistenan (Ga Fokus) dalam memilih suatu bisnis internet, bisa menjadi salah satu faktor kegagalan ga ya?
betul mas, sepertinya aku lupa tentang masalah fokus di artikel ini. untuk awal, lebih baik kita memang fokus dulu di satu jenis bisnis internet, dan apabila sudah sukses baru kita berpindah ke bisnis internet yg lain. kalo biasanya aku saranin ke temen2, gak usah mikir dapetnya darimana, yg penting rasain dulu gimana enaknya dapet duit dari internet. setelah itu baru dipikir gimana supaya bisa dapet lebih banyak lagi dan lebih mudah lagi.
nanti akan aku bahas lebih lanjut di artikel tentang multiple source of income.
Siiip banget Om….. setuju banget saya…
Hm… Kalau udah dapet duit dari bisnis ol, bisa-bisa ‘lupa daratan’ nih kalo pegangannya gak kuat… wkwkwkw
fokus jualan vcc aja..gak main ptc hahaha
wong dagangane laku, coba kalo ga laku laku, maenan PTC juga ik kikiki
salah besar boss.. saya bukan orang yang gampang putus asa.. gagal itu biasa… kalo anda pikir jualan vcc itu gampang, anda salah lagi boss.. main ptc tuh gampang, anak bayi juga bisa.. coba anda jual vcc, kalo nggak mencret2 boleh cubit saya deh..
saya berhasil karena pantang menyerah.. makanya dagangan saya laku hehehe.. tanya aja cosa tuh..
wow… judulnya menarik… multiple source of income. jadi pengen ngecek dengan teori multiple income yang kupegang sampai saat ini.
bisa sama… bisa beda… tak tunggu ae lah. Hehehe…
wah kalau sekarang saya mulai dari ptc dah hasilnya udah cukup ok, kayaknya udah mau ekspansi ke bidang2 lain, ditunggu artikel nya mas cosa
Hmm sebenernya sih kyknya Tidak ada kata Gagal sebelum kita memutuskan untuk berhenti Mencoba
Jika Hari ini Gagal kita coba lagi di esok hari , jika esok hari gagal coba lagi dihari berikutnya , coba terus sampai kita meraih apa yg kita Impikan
point2.y sangat bermanfaat sekali makasih mas cosa sedikit ilmu kalo bertambah akan menjadi bukit tapi jangan lupa harus action jangan diam ja di pikirin di otak………..
Mengapa kebanyakan orang branggapan bahwa kerja di internet itu mudah ya??? Pa karena kerja.y cuma d depan komputer gto???
Betul mas Cosa. Semua poin 1-6 mengarah ke diri sendiri, jadi hanya sedikit (kalau pun ada) kegagalan itu disebabkan oleh faktor luar. Terkait poin 2 dan 4, saya sering melihat kegagalan itu justru karena terlalu banyak belajar. Asik belajar terus dan menunda prakteknya. Kita seringkali mau menguasai semuanya, belajar desain web, belajar blog, belajar html/php, belajar bikin konten, belajar iklan, belajar ini itu yang sifatnya teknis… akhirnya jadi teknisi, bukan pebisnis
Thanks for this beneficial posting.
Mas edy coment anda menarik “akhirnya jadi teknisi…” itu kena banget dengan situasi saya, karena sejak kecil sampai sekolah terakhir saya selalu senang dan memilih bidang-bidang yang berhubungan dengan persoalan teknis. Jadi akhirnya belajar bisnis internet hanya menguasai hal-hal teknis saja. Semoga dengan artikel mas cosa ini jadi sadar ya…
poin yg ke 6 itu kena banget ke saya
dulu saya salah satu orang yg niruin blog gadget itu, tapi untungnya saya ga niru mentah2, cm niru konsep dan sub nichenya aga berbeda. artikel jg original, meski biasanya hasil rewrite,hehehe..
hasilnya, blog itu jd salah satu jagoan saya
jadi niru sih sah2 aja, tp ya harus kreatif memodifikasinya.
Jadi semakin jelas sekarang
Kalo boleh menambahkan alasan lain :
7.Tidak Fokus (Semua jenis bisnis dicoba dalam waktu bersamaan padahal belum mapan dari 1 jenis bisnis pun)
8.Overload(Terlalu banyak) Informasi sehingga bingung mau mulai dari mana
Hayo siapa yang kena kesindir di point ke 3?
Gmna PCnya Mas?
Klo saya sering gagal karena bosenan n gak sabaran, bawaan orok kayaknya
“Kurang Modal? Jual Diri Dong!“
Keren tuh bahasanya, langsung to the point, hahaha…
6 alasan ini, saya rasa pasti hinggap di para newbie. Cuma bagaimana kemudian mereka cepat membuang 6 kesialan inilah yang akan menentukan apakah bisa survive ato ngga.
Mantap mas!
Klo Mas Cosa ingin menulis Poin no ke 7 (ke tujuh). Mgkn isi-nya spt ini :
“Jangan berharap ada tips yg bnyk lagi soal sukses bisnis online, silakan baca ulang poin no 1 – 7″
yah terlalu berharap tips dan trik dari orang lain juga memang sebenarnya salah satu penyebab kegagalan kok
karena selalu nunggu, jadinya selalu ketinggalan. dan kalo yg ditunggu gak dapet2, malah jadinya gak action2 
Ini lah celah yg dimanfaatkan oleh Guru IM.hehehehe… bukan nyindir lor…ehehehe
lagi bingung mikirin biaya buat memperpanjang sewa hosting, anak kuliahan nih,hehe
lagi butuh motivasi tuk bangkit dari semua ini…
dalam berbisnis segalah hal menjadi mungkin…yang penting ada kemauan
wah… beberapa ko masuk didiri saya neh…
harus diperbaiki nih -_-a
Kayaknya yang mesti dilakukan pertama kali adalah merubah mindset kita dulu gan ya?
Waah bagus sekali artikelnya.. makasih masukannya dan harus di-upgrade nich….
semoga setelah baca artikel ini kita2 yang baca minimal masuk di 20%
ternyata blog ini masih hidup yah.
senangnya aq
nah itu,yang banyak teori tg minim praktek. .
bah kesindir dikit dah saia mas
…..tapi kebanyakan ku lihat mas semua nya dicoba tanpa fokus satu persatu trus salah pilih guru…..seperti saia….hehehehe makanya sekrang fokus satu dan ikut kata guru cosaaranda (kan lagi beljar dipanduan dasar)
)
fokus..fokus..dan fokus..itu yang susah di bisnis online..apalagi kalau bikin yang nggak fokus itu karena permintaan istri, calon istri, pacar atau ortu untuk bekerja biasa, hehe
semoga aku termasuk yang 4% itu, semangat semangat. mindset..mindset.
saya setelah lulus kuliah tekad berbisnis online walaupun sebenarnya masih pemula tetapi karena semangat dan ingin meraih cita-cita di masa depan semua dilakukan dengan ikhlas. setiap manusia pasti punya tujuan tetapi kadangkala terlalu cepat menilai apakah sudah cukup sukses. sedangkan sukses itu berbeda setiap individunya.
infonya mantep banget nih, ternyata dalam realita 6 alasan itu yg paling banyak dialami kebanyak orang
mungkin faktor pertamalah yg paling banyak membayangi kita, banyak orang ingin cpet kaya dgn bisnis internet padahal ia buta sama sekali tentang bisnis internet
kalo udah pakar yg ngulas , nih dibaca berulang juga gak bosen
Setuju,.kebanyakan orang berfikir kalo bisnis internet = bisnis instant! Itu menurut saya lho,.mending dijadikan hobi saja,biar menjalaninya seneng walopun keluar modal..hehehe,.
Makasi mas cosa artikelnya. Klw bleh jujus penyakit saya ada di nomor 2..hehehe..sebenarnya lbh tepatnya suka menunda2. Yng perlu saya garis bawahi dr yang mas Cosa katakan adalah bhw berbisnis internet itu tidak serta merta gampang dan instan. perlu perjlanan panjang dan sulit. seperti yang dialami Mas Hengky dgn bisnis VCC nya (mas Hengky, abis nih saya kesana yee). Kebetulan dibangku kuliah skrg ni saya juga belajar marketing baik teori maupun praktek2 kecil. Tp dari 6 penyakit yang mas sebutkan td semuanya pasti kita hadapi mknya jadi permasalahan klasik. Dan saya sendiri perlu usaha supaya tidak terjebak dipenyakit2 itu. Aplgi klw dah berhadapan dgn yang namanya inovasi yang masih jd ranah kompetensi dlm berbisnis saat ni. Misalnya klw nulis2 topik artikel, ada kecenderungan kita meniru tata bhsa, isi, bahkan gaya bahasa dari referensi yang kita ambil. Aplg utk bahasan2 yang mmg sdh byk dibahas yang gak tau lagi teori awalnya milik siapa. Cukup sulit mmg bermain dengan prinsip “Blue Ocean”. Kira2 gmn kiat mas Cosa dalam berinovasi khususnya dalam hal isi blog yang mmg “dijual” oleh Blogger untuk mendapatkan income?
Menurut saya, kesuksesan jangka panjang dalam bisnis internet adalah menjual produk sendiri dengan membangun brand
“pelan… tapi daleeem.. ” mak-jleb-jleb


5 dari 6 itu ngena smua d aku.. eh smuanya dink malahan
kenal blog sdh sjak 2006 tp baru “kembali ke jalan yg lurus” baru-baru ini… hufff memang mindset,konsep, visi dan misi menentukan sekli dalam hal ini.
dari awal sudah salah jalan akhirnya penyesalan yang datang
great posting master
menurut saya, kegagalan utama pebisnis adalah tidak mau sabar, inginnya serba instan. Akibatnya cepat prustasi. Padahal bisnis kan harus sabar menapaki tahap demi tahap.
betul banget mas, tapi menurut saya, kegagalan utama pebisnis adalah tidak mau sabar, inginnya serba instan. Akibatnya cepat prustasi. Padahal bisnis kan harus sabar menapaki tahap demi tahap.