Minggu kemarin untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Utara (Manado) dan Sulawesi Selatan (Makassar). Perjalanan yang dari awal memang terjadi secara mendadak tersebut mengakibatkan banyak rencana yang disusun secara mendadak tidak dapat berjalan dengan lancar. Mulai dari gagalnya mengunjungi pulau Bunaken dan Selayar karena Manado terus menerus diguyur hujan — kecuali pada hari TERAKHIR di sana — hingga perjalanan pulang ke Surabaya yang dua kali tertunda.
Continue reading 'Coffee Break 13/02/10'»
“Akhirnya bisa masuk juga”
Itulah kalimat yang diucapkan seorang bapak-bapak di depan saya dengan lega setelah sukses melewati jalur pemeriksaan ruang tunggu Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada hari Selasa lalu. Loh, emang kenapa? Masuk ruang tunggu aja kok sampai lega banget begitu? Apa karena antrinya lama? Tidak juga. Entah sejak kapan, ternyata detektor logam yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan di sana diatur ke level yang cukup sensitif, sehingga logam sekecil apa pun sudah mampu membuatnya berdering. Alhasil, proses pemeriksaan yang sebelumnya monoton kini bisa menjadi tontonan yang menarik. Lah, gimana coba. Gesper kecil di sepatu aja bisa bikin alarm berbunyi kok. Ribet ribet deh pada copot sepatu, hehehe.
Continue reading 'Coffee Break 24/01/10'»
Dua minggu lalu saya akhirnya beli iPhone, COD dari salah satu seller di Kaskus. Seri 3GS 16GB yang harganya masih lebih murah dibanding seri 3G 16GB keluaran salah satu provider ituh. Kenapa gak sekalian ambil yang 32GB? Karena dari pengalaman menggunakan iPod Touch 8GB sebelumnya, bagi saya yang lebih membutuhkan mobile productivity ketimbang mobile entertainment, 16GB adalah besar kapasitas yang ideal. Dan meski niat semula adalah sekedar memiliki perangkat yang bisa melakukan push email dan sekaligus nyaman digunakan untuk browsing, namun ternyata efek produktivitas yang ditawarkan oleh iPhone jauh di atas itu karena banyak pekerjaan-pekerjaan yang bisa diotomasi oleh berbagai aplikasi iPhone yang tersedia.
Continue reading 'Coffee Break 16/01/10'»
Minggu ini produktivitas saya menurun drastis berkat kinerja server yang angin-anginan. Beberapa urusan yang sudah terjadwal jadi tidak terlaksana karena kondisinya memang tidak mungkin untuk dikerjakan.Proses migrasi server untuk beberapa situs inti yang rencananya baru akan dilaksanakan secara bertahap selama bulan Januari ini terpaksa ditingkatkan prioritasnya. Keluarnya biaya ekstra untuk server baru mau tidak mau harus dipasrahkan, daripada stress sendiri gara-gara gemes liat performance server yang semakin lama semakin menurun.
Continue reading 'Coffee Break 10/01/10'»
Make money online while you sleep
Ah, itu sih slogan kuno. Basi. Sekarang ada yang lebih ekstrim lagi, seperti yang sempat saya tulis di status fesbuk beberapa hari lalu.
Make money online while you spent money offline
Keren, kan? Saat duit dibelanjain di dunia nyata, duit dari dunia maya justru terus mengalir. Mau?
Continue reading 'Coffee Break 02/01/10'»
Saya sedang makan di warung depan ruko ketika tiba-tiba seorang pengemis bersama kedua orang anaknya yang masih kecil datang menghampiri. Saya pikir ia akan masuk dan meminta-minta pada orang yang sedang makan di warung tersebut, namun ternyata tidak. Ia memanggil si penjual dan memesan air es. Dibungkus. Si penjual kemudian membuatkan ES TEH, menuangkannya ke dalam kantong plastik, dan memberikannya kepada si pengemis. Ketika si pengemis merogoh kantong untuk membayar, si penjual terlebih dahulu berkata, “Tidak usah, bu. Buat ibu saja.”
Continue reading 'Coffee Break 26/12/09'»
Jika coffee break merupakan masa istirahat kita setelah seharian bekerja keras, maka minggu-minggu terakhir di penghujung pergantian kalendar ini bisa dianggap pula sebagai masa istirahat kita setelah sepanjang tahun berjuang mencapai target. Mungkin tidak benar-benar istirahat, melainkan menginstropreksi diri dan tindakan kita dalam dua belas bulan terakhir, demi menyulam kehidupan yang lebih baik di tahun 2010. Intinya, di sisa dua belas hari sebelum acara old and new digelar, luangkanlah waktu sejenak untuk menata ulang diri Anda.
Continue reading 'Coffee Break 19/12/09'»
Bulan ini saya berkenalan dengan seseorang yang tinggal di ibukota. Meski hanya lewat fesbuk, tapi sudah cukup untuk membuat saya kagum kepadanya. Apa pasal? Pria yang sedang berjuang menjadi seorang publisher Google AdSense tersebut sebenarnya adalah seorang pengamen jalanan. Sedikit demi sedikit ia menyisihkan penghasilannya dari ngamen untuk bisa meraih hidup yang baru (dan lebih baik) dari dunia bisnis internet. Yang lebih mulia lagi, jika besok earning pertamanya benar-benar diterima (3x PIN dari Google yang dikirimkan tidak pernah ia terima dan baru beberapa hari lalu masalah dengan PIN bisa diselesaikan), ia berjanji akan mengajak dan mengajari rekan-rekannya sesama pengamen jalanan untuk turut menekuni bisnis internet, khususnya Google AdSense.
Continue reading 'Coffee Break 12/12/09'»