Sukses Bisnis Affiliasi Rahasia Sukses Clickbank VKios Pasang Iklan Di Sini Pasang Iklan Di Sini

Coffee Break 27/06/10

Oleh | Publikasi: June 27, 2010 7:31 am
Art of Stealing Wordpress Themes

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk menonton The Karate Kid di bioskop. Dalam 2 tahun terakhir ini, jumlah kunjungan saya ke bioskop memang bisa dihitung dengan jari. Bukannya gak pengen nonton, tapi karena sekarang suasana nonton di bioskop seringkali gak ada bedanya dengan pasar malam. Ada bayi yang nangis keras-keras, anak kecil yang sibuk berkeliaran atau naik turun bangku, ABG alay yang heboh bercanda sendiri dengan teman-temannya, dan lain-lain. Makanya, kalau gak bener-bener pengen, sebisa mungkin ya jauh-jauh deh dari bioskop.

Suasana pada saat saya menonton kemarin tidak jauh berbeda dengan bayangan saya. Apalagi memang saya menonton di hari perdana film tersebut dirilis di bioskop, jadi ya bisa diduga, penuh sesak. Untungnya filmnya keren banget, jadi agak lupa dengan dua orang anak kecil yang asik bermain di DEPAN LAYAR.

Satu lagi yang menarik perhatian saya adalah penjaga kafetaria XXI yang sekarang menjajakan popcornnya di DALAM bioskop. Lebih menarik lagi, cara itu ternyata ampuh karena terbukti dagangannya laris manis. Padahal biasanya, jarang sekali yang mau membeli popcorn di kafetaria XXI tersebut (pada saat di luar bioskop).

Lalu apa sih yang bisa dipelajari dari kejadian di atas?

Gampang saja — pelanggan itu senang dilayani.

Pada kasus di atas, penonton bioskop yang pada awalnya tidak mau membeli popcorn pun akhirnya membeli hanya gara-gara penjaga kafetaria melakukan jemput bola dan mengantarkan popcorn ke dalam bioskop. Memang cuma begitu saja, namun terbukti efeknya besar.

Kalau Anda pernah makan di warung bakso “Rindu Malam” (dekat Sutos, saya lupa nama jalannya), saya yakin Anda akan merasakan suasana yang nyaman meski tempatnya selalu penuh sesak. Penyebabnya? Keramahan para pelayan yang menganggap SIAPA PUN yang datang adalah pelanggan yang sudah sering datang tanpa pandang bulu. Pengalaman yang berbeda 360 derajat pernah saya alami di rumah makan Lae-Lae (Ujung Pandang) dimana sepertinya mereka memiliki moto bahwa penjual adalah raja. Meski makanannya enak, jujur saya berpikir ulang ribuan kali untuk berkunjung lagi ke sana.

Prinsip “marketing” yang sama juga bisa diimplementasikan di dunia bisnis internet. Termasuk juga di cabang monetisasi blog. Mungkin saja pengunjung yang datang ke situs kita sudah jenuh melihat iklan sehingga mereka mengabaikannya. Namun ketika mereka mendapati APA YANG MEREKA CARI di dalam situs kita, ada kemungkinan mereka akan berterima kasih dan pada akhirnya mengklik salah satu iklan yang ada. Give first, receive later.

Sayangnya, yang terjadi di lapangan justru sebaliknya — berusaha mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya, tanpa peduli apakah isi situs kita mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka atau tidak. Jadi, salah siapa jika penghasilan bisnis internet Anda tidak maksimal?

Sampai bertemu di Coffee Break edisi berikutnya :)

       
   

Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.

situs judi

33 Responses to “Coffee Break 27/06/10”

  1. ngomong2 soal marketing di kafetaria nya mungkin karena gadis nya kali :p , biasanya kalo ada yg sedep di pandang barang dagangan lebih laku , saya coba ah ganti banner website saya yang ada ceweknya , siapa tau lebih laku :peluk , jika sempat mohon mampir ke http://latihansoal.com/ , banner baru aye ganti pake IGO :hope

  2. reez says:

    makasih infonya

  3. jarno says:

    susah sekali (saat ini)…

  4. Kalau udah memberi tapi tidak menerima itu yang susah… (halah, kurang bersyukur nih). :))

  5. A9YnD1LV3R says:

    Betul sekali mas, saya setuju. Service memuaskan memang senjata utama dalam penjualan. Apalagi service ini sebelum dan sesudah penjualan.

  6. Setuju…servis itu nilai tambah yang masih disepelekan penjual. Padahal pembeli itu memang suka dilayani dan dimanjakan :)

  7. Faizal Amri says:

    Wah asik tuh Karate Kid….

    Lama gak main ke rumah abang Cosa nih…. Met malam aja wes…..

  8. 2R says:

    Setuju sekali Bos, Customer is The King, Sama Persis dlm Blog. Content is The King !! Keep Posting Bos :D :cendol

  9. Mas Adi says:

    bener-bener mendidik newbie kek aku,,, :cendol :cendol

  10. Anton Hilman says:

    wh pembelajaran langsung.. service

  11. cclic says:

    Bisnis creative pokoknya sekarang..

  12. arwansp says:

    walo cuma coffee break tp cukup berisi…thanks om….

  13. Doni says:

    iya, bener tuh. saat sedang buat bikin perencanaan untuk website, saya fokus ke metode-metode bagaimana memperoleh trafik tinggi dalam waktu singkat. saya kumpulkan tips2nya dan dibaca berulang2 supaya gak lupa (persis seperti anak sma ikut ujian nasional).

    saat web dalam status hampir jadi, 85%, saya ketar ketir menyaksikan kok trafiknya rendah. memang sih masih dalam tahap development, tapi kan dengan jumlah artikel yg ada, gak seharusnya serendah ini.

    akhirnya setelah browsing2 lebih jauh tentang blogging saya dapat penerangan yang kurang lebih sama dengan artikel di halaman ini, harus punya nilai lebih untuk pelanggan. kalopun produk punya kualitas yang sama dengan tempat laen, paling gak servis kita harus lebih mumpuni.

    akhirnya saya ubah taktik. alih2 kumpulin artikel sebanyak2nya (pernah pasang target 100 artikel dalam seminggu…ha.ha.ha….), beberapa kategori saya pecat karena malah bikin blog jadi gak fokus. saya pilih topik yang sedang panas membara (maksudnya hot topic). dan akhirnya saya bisa dapet satu dua komen yang memuji (walopun trafik tetep rendah). senangnya luar biasa walopun gak tau siapa beliau yang memuji itu. walopun sebenernya lebih gembira lagi kalo dia mau klik ads…ha.ha.ha…….

  14. logo says:

    Nunggu vcd nya aja deh biar bisa minjem di rental vcd , karena di tempat saya ga ada 21 :D

  15. deravita says:

    iya mas.. strategi jemput bola memang terbukti ampuh untuk konsumen yang secara tidak sadar mulai pasif / kurang aware dengan apa yang kita tawarkan

  16. listya says:

    hahha…
    keren keren keren…

    baguus infonya…

    makasiii…
    :)

  17. Panpansanwa says:

    Sepertinya akta kata terakhir bentuk penyesalan membuat plugin :D

  18. opi says:

    tul betul betul (pake gayanya upin & …;), kisah asrikel ini mengingatkan aku tentang masa2 adsenseku yg hanya menghasilkan 9.03 $ (padahal baru rilis satu kali tuh ..), alkisah saat ngasih info yang diharapkan oleh pengunjung lambat laun loyalitas meningkat dan otomatis pendapatan juga meningkat drastis malahan (dari 9$-an – bln pertama jadi 1000$an perhari tuk bulan berikutnya), content is the king (klo dalam filosofinya artikel ini ya servis pelayanan – dagangan tea he he he …;)

    so relevansi is the most important thing huuh !!?^^

    salam

  19. opi says:

    btw situ ada FB ga?

  20. yust tamaro says:

    Pelajaran yang baik. Menjadi masukan.
    Thanks mas.

  21. om,puny fb ga?aku fans berat mu nih,asli fans berat bggggtttt,pengagum

  22. hasan says:

    info baru nich,..
    mksh brow.

  23. betul sekali apa yang disampaikan oleh bang cosa aranda, internet marketing sama saja seperti jualan di alam nyata

Leave a Reply

PENTING: Saya menghargai apapun komentar Anda mengenai artikel saya. Tapi saya sangat TIDAK menghargai apabila Anda melakukan SPAM atau menyertakan URL ke situs yang tidak berhubungan di dalam form komentar.

[+] kaskus emoticons nartzco

Topik yang berhubungan dengan artikel "Coffee Break 27/06/10": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)

1 | Panorama Theme by Themocracy