Cosa Aranda Penipu
Jika Anda melakukan pencarian di internet, khususnya di Google, untuk kata kunci “cosa aranda penipu”, maka saya yakin akan ada satu situs yang menarik perhatian Anda, yaitu cosaarandapenipu.blogspot.com
Pembuatnya? Tidak perlu dibahas karena sudah banyak yang tahu, hehehe. Yang bersangkutan juga sempat ‘mempromosikan’ situs tersebut di forum Kaskus, namun karena keburu ketahuan siapa TS-nya akhirnya malah dia yang dibantai rame-rame, hehehe.
Nah, dalam artikel ini saya tidak akan membahas mengenai SIAPA PELAKUNYA, melainkan mengenai kejadian ini sendiri.
Di antara sekian banyak kebaikan internet, salah satu keburukan yang susah dihindari adalah betapa mudahnya seseorang bisa memutarbalikkan fakta dan mencemarkan nama baik orang lain. Apalagi jika orang tersebut memiliki komunitas yang loyal padanya. Jika A ia bilang Z, maka sebagian besar anggota komunitasnya akan ikut mengiyakan. Padahal A ya A, Z ya Z. Ya, kan?
Sekitar 6 bulan lalu sempat ada yang mengadu ke forum AdSense-ID (maaf, saya tidak menyimpan tautannya), mengatakan bahwa transaksi pembelian yang ia lakukan di PanduanDasar.Com (PDC) tidak kunjung diaktivasi. Karena saya juga sudah jarang mampir ke sana, saya punĀ baru tahu belakangan. Setelah diusut, ternyata sama sekali tidak ada form konfirmasi yang masuk atas nama orang yang bersangkutan. Entah kesalahan ada di pihak mana. Yang jelas, masalah kemudian dapat diselesaikan dan transaksi pembelian langsung teraktivasi.
Ada dua hal yang saya perhatikan dalam kasus tersebut:
- Yang bersangkutan lebih memilih untuk mengadu ke komunitas tempat ia berada ketimbang menghubungi saya di PDC secara langsung. Padahal info kontak tersedia cukup banyak. Mulai dari help desk, nomer telpon HP, nomer telpon ruko, hingga nomer telpon rumah pribadi. Alamat kantor dan rumah pun terpajang dengan jelas.
- Sebagian anggota komunitas tempat ia berada ‘asal’ ikut mengamini penilaian yang bersangkutan terhadap saya, meskipun mereka sendiri tidak tahu persis duduk persoalannya dan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan PDC.
Berkenaan dengan poin pertama, kasus yang sama juga terjadi dengan pemilik situs 14n.org (http://14n.org/reviewmucom-cossaaranda/). Kasus yang berpusat pada Reviewmu, layanan paid review yang saya kelola, tersebut sebenarnya terjadi pada tahun 2008 silam, namun saya baru mengetahuinya ketika saya menulis artikel ini kemarin. Sumber masalahnya, kiriman deposit yang ia lakukan tidak kunjung dikativasi oleh tim Reviewmu dan, alih-alih menghubungi tim Reviewmu via telpon secara langsung, ia memilih untuk ‘curhat’ ke komunitas tempat ia berada. Dalam kasus ini, pembaca blognya.
Saya tahu bahwa pada waktu itu kinerja tim Reviewmu memang kurang optimal (sehingga 3 bulan lalu akhirnya saya lakukan reformasi besar-besaran), namun sebenarnya masalah bisa langsung terselesaikan apabila yang bersangkutan melakukan kontak via telpon. Apa susahnya. Terus terang alasan ‘urusan internet harus diselesaikan lewat internet’ bukan sesuatu yang bisa secara pribadi saya terima karena internet hanyalah sebuah media perantara. Sebuah bagian dari teknologi yang membantu umat manusia yang bukan berarti tidak punya kekurangan.
Lha wong kirim SMS aja kadang bisa gak nyampe
Kawan, jika Anda sempat membaca artikel saya mengenai mengapa harga ebook lebih mahal daripada buku cetak, maka salah satu poin resiko yang saya sebutkan adalah Resiko Pendiskreditan Reputasi. Perhatikan dua contoh kasus di atas — perhatikan betapa mudahnya reputasi kita bisa terombang-ambing hanya karena sesuatu hal yang terkadang bukan berasal dari diri kita. Ibaratnya makanan, sudah dimasak seenak mungkin, tetap aja akan ada satu dua orang pencicip yang mencela. Padahal bisa jadi makanan tersebut terasa tidak enak bagi mereka karena tidak sengaja mereka beri banyak kecap asin.
Saya juga tidak luput dari salah kok. Dan jika kesalahan saya tersebut berhubungan dengan Anda, yuk mari kita bicara. Seperti slogan teh celup itu, “Mari ngeteh, mari bicara”, hehehe.
Materi mengenai reputasi dan branding akan dibahas lebih lanjut di artikel “Pentingnya Branding Bagi Pebisnis Internet“. Silahkan pilih artikel tersebut di Polling Artikel jika ingin membaca kelanjutan tulisan ini
Ciao!
Artikel yang berhubungan:
Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.
183 Responses to “Cosa Aranda Penipu”
Leave a Reply
Topik yang berhubungan dengan artikel "Cosa Aranda Penipu": cosa aranda, cosa aranda penipu, cosaaranda, cosaaranda com, cosa penipu, cosaaranda penipu, cosa aranda penipu kaskus, cossa aranda, cosaranda penipu, bedanya cosaaranda dan joko susilo. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)










setahu saya cosa aranda itu orang kanada,bukan indonesia
Mas Cosa,
Saya ada masalah tentang Auto-generated Content Blog yang sudah saya buat.
Saya sudah kirim tiket ke http://pdc.zendesk.com (halaman kontak panduandasar.com), sejak 5 hari yang lalu, tapi belum ada jawaban.
Sebaiknya saya tanya ke mana yang tokcer ?
Thanks
sudah dijawab tuh. coba login ke help desk. kalo gak salah emang gak ada imel pemberitahuannya.
Thanks, mas Cosa !
Respons nya cukup cepat !
Dah saya balas di situ juga.
Tolong ditanggapi ya !
Salam
Dah saya baca blog tsb, dan alamat web yang dikelola DW, saya masih cenderung ke CAN tuh..tampat saya menimba ilmu
banyak juga ya orang seperti itu
Mas saya gabung jadi fans di FB gak bisa ni,,, Gmana dunx..
kasian mas cosa…