Sukses Bisnis Affiliasi Rahasia Sukses Clickbank VKios Pasang Iklan Di Sini Pasang Iklan Di Sini

Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!

Oleh | Publikasi: February 9, 2010 12:15 am
Instant Internet Business Ideas

Bulan kemarin sempat terjadi kehebohan di dunia bisnis produk digital. Pasalnya, screenshot penghasilan di rekening tabungan yang selama ini banyak digunakan oleh penjual produk digital sebagai senjata dalam mempengaruhi emosi calon pembeli produk yang berkunjung ke situs mereka telah terbukti mudah untuk dipalsukan. Bahkan ada yang bela-belain meng-coding script khusus untuk men-generate screenshot aspal tersebut. Salut atas usahanya!

Jika ada yang ingat, beberapa tahun lalu saya juga sudah pernah menunjukkan cara mudah untuk membuat screenshot earning Google AdSense dengan nominal yang bikin bulu kuduk berdiri. Saking mudahnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah program TEXT EDITOR yang notabene sudah tersedia di sistem operasi apa pun yang Anda gunakan. Dan pada prinsipnya, cara tersebut dapat digunakan untuk menciptakan screenshot penghasilan palsu di berbagai situs. Dari Google AdSense, Amazon, Clickbank, hingga KlikBCA. Jadi gak perlu terlalu jauh menuduh kalau pemalsuan tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Photoshop.

Kembali ke masa sekarang, kejadian di atas kini membuka sebuah pertanyaan baru, terkhusus bagi yang sedang atau pun berniat untuk masuk ke dunia bisnis produk digital — seberapa penting penggunaan bukti penghasilan sebagai sarana promosi produk yang kita miliki?

Rekan Arief Maulana sudah sempat membahasnya beberapa waktu lalu. Kesimpulan yang diambil tidak jauh berbeda dengan topik bahasan terakhir di blog ini, yaitu branding dengan blog. Saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena memang benar demikian adanya. Namun perlu diperhatikan adanya poin pertimbangan lain, yaitu masalah waktu.

Ingat. Dengan menulis beberapa artikel di blog tidak serta merta membangun branding Anda. Bahkan bisa dikatakan, pembangunan brand melalui blog adalah jalur jangka panjang, bukan jalan tol. Saya sendiri butuh waktu satu tahun lebih untuk memperkuat personal branding sebelum memutuskan untuk siap terjun  ke bisnis produk digital. Padahal, jauh sebelumnya, saya sudah pernah mempublikasikan artikel berseri mengenai pembuatan produk digital. Mulai dari ebook hingga video. Hayo, ingat tidak? :)

Nah, lalu bagaimana solusinya? Apa memang branding tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat?

Tentu saja bisa. Kuncinya akan dibahas di artikel berikutnya karena sudah agak melenceng dari topik artikel kali ini, hehehe.

Kembali ke topik, pada kenyataannya, ada sebagian produk digital berkualitas yang ikut-ikutan dicap sebagai produk sampah hanya gara-gara pembuatnya kurang eksis alias kurang branding. Konsumen maupun pasar (dalam arti: calon konsumen) memang tidak salah karena dengan banyaknya produk yang lebih cocok untuk dibuang ke laut aja (dalam arti: tidak bermutu), mau tidak mau mereka harus bersikap kritis dan ekstra hati-hati. Walau sebenarnya, perlu dibedakan juga antara kriteria produk ‘tidak bermutu’ dengan ‘kurang bermutu’ karena bagaimanapun tetap ada garis pembatas yang signifikan.

Kesalahan dari pihak pembuat produk sendiri adalah terburu-buru dalam melempar produknya ke pasaran tanpa berpikir untuk membangun brandingnya terlebih dahulu. Alhasil ya itu tadi, sudah sales letternya penuh variasi (dalam arti: hurufnya gede-gede dan warnanya beraneka ragam), penghasilan yang dipamerkan di screenshot memiliki nominal yang wuih, ditambah dengan sosok pengarang produk yang tidak jelas, wajar dong kalau belum apa-apa sudah diberi label produk sampah. Dan jangan kaget kalau efek bola saljunya menggelinding sedemikian cepat sehingga yang sudah membeli sekali pun ikutan latah menganggap produk tersebut sebagai produk sampah, walau mungkin bukan demikian faktanya.

So, jika Anda berniat untuk masuk ke bisnis produk digital, pertimbangkan untuk memasukkan elemen branding ke dalam tahap persiapan Anda. Insyaallah, efeknya bisa dirasa dalam jangka panjang — eksis secara personal, eksis secara produk. Asal ingat,  jangan lebay please, hehehe.

       
   

Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.

peluang bisnis online jangka pendek dan jangka panjang

126 Responses to “Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!”

  1. Edy says:

    Ada yang mempertanyakan hal itu di blog saya beberapa bulan lalu mas. Jawaban saya terlalu panjang kalau saya copas di sini, saya kasih linknya aja ya. Jawaban saya ada di bagian comment postingan ini: http://edy4life.com/panduan-affiliasi-clickbank-perpanjangan-promo.html Thanks mas Cosa udah membahasnya, ini masalah penting bagi saya dalam IM Indonesia.

  2. midjin says:

    yupz, setuju, brand awareness must be build than we got the pospectus

  3. ayahthari says:

    aku sempat beli produk sampah produk lokal, bahkan ada videonya yg bahasanya aja aku nggak ngerti.ngalor-ngibul …ya sudahlah sebagai pelajaran,tapi punya om cosa mantabssss lah.nggak usah ragu kalau mau bergabung.Recommended gitu

  4. Ardi says:

    ahh,om..
    itu yang buat saya terjebak dalam sebuah e book yang isinya cuma angin doank…

    Tapi beruntung juga sih, karena karena angin yang ada pada ebook itu saya jadi lebih kenal dunia online bussiness

  5. […] sudah dijanjikan di artikel sebelumnya, sekarang saatnya kita bahas bagaimana cara meningkatkan branding yang kita miliki dengan efektif […]

  6. Agen hosting says:

    hmmm… saya menyarankan bagi para pemula yang ingin mendapatkan produk digital yang baik sebaiknya kurang lebih 6 bulan pelajari dulu dan kenali dulu dunia internet marketing agar bisa mendapat informasi yang tepat untuk membeli suatu produk karena dari pengalaman saya waktu awalnya mencari produk untuk belajar affiliasi malah membeli robot trading forex yang tak berguna

    • Cosa Aranda says:

      terima kasih untuk tambahan informasinya mas. emang sebaiknya kita kenal dulu dengan dunia bisnis internet dan info2 lain yg sekiranya relevan sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. tujuannya agar bisa memahami maksud dari produk tsb dan tidak salah beli ato tidak tertipu :)

  7. benar pak , kebanyakan produk produ yang dijual tidak bermutu kebanyakan sudah ditiru tiru, coba deh produk yang mantap deh

  8. geblek says:

    semoga makin banyak orang melek

  9. irvan says:

    yes do your best…
    by the way boleh tukar link gak?

  10. Devy Online says:

    Bener Mas Cosa…kadang-kadang dalam membuat suatu produk kita SANGAT memerlukan brand image terlebih dahulu, bahkan kalo menurut saya wajib hukumnya. Disaat konsumen terpuaskan dengan produk yang telah dibelinya bukan suatu hal yang mustahil dia akan membeli lagi produk yang lainnya karena memang mereka sudah mempercayai kita. Dan bukan hal yang mustahil kita akan kebanjiran order karena secara tidak langsung juga mereka akan mereferensikannya kepada teman-teman mereka…ya mungkin Viral Marketing kali ya

  11. Bang Arman says:

    Benar juga kata Mas Cosa. Saya jual produk lebih dulu sebelum branding.

    Akibatnya ada satu dua yang bilang ebooknya saya murahan. Padahal saya udah habiskan uang, energi dan waktu lama untuk menyusunnya.

    Sekarang terpaksa kerja keras untuk “kejar branding”.

    Capek jadinya.

  12. iya nih banyak produk sampah di internet…

  13. wah untung ane belum pernah beli produk sampah…

  14. banyak yang bajakan lagi..

  15. salam kenal mas cosa..

  16. untung belum pernah beli produk sampah…

  17. Betul sekali kalau yang namanya branding itu menyangkut nama baik suatu perusahaan yang kita kelola.

  18. Aansniper says:

    Yups ,saya sependapat dengan dikau Om,Branding adalah no.1 yg harus di penuhi terlebih dahulu sebelum meluncurkan product,sebagus apapun akan tetapi pembuatnya nggak dikenal,pasti orang lihatpun, akan menganggap product nggak bermutu,gak meyakinkan….

  19. nicebluez says:

    Bener mas… Branding sangat penting untuk menciptakan citra positif perusahaan ato produk.. Saya sendiri lagi branding website perusahaan.. Menarik nih nyimak tulisan2 mas, supaya ga salah langkah..

  20. Michelle says:

    salam kenal mas cosa..

  21. […] lupa, CA juga tadinya posting tiap hari, tapi belakangan ini sibuk membangun jaringan ke Indonesia Timur, […]

  22. bisnismen says:

    itu yang buat saya terjebak dalam sebuah e book yang isinya cuma angin doank…

    Tapi beruntung juga sih, karena karena angin yang ada pada ebook itu saya jadi lebih kenal dunia online bussiness

  23. yulis says:

    say msh baru, ajarin dong om, please…

  24. listya says:

    weehh…
    mohon bimbingannnya…
    :)

  25. Setuju Mas Cosa,

    Sepertinya BRANDING sangat penting untuk bisnis seperti ini, saat kita sudah dikenal orang dan ilmu yang isa kita share pun bermakna dan fantastis hasilnya jika diaplikasikan sepertinya pengunjung dan customerpun akan datang dengan sendirinya.

    Tetap posting ya Mas,

    salam,
    cay

  26. Adi says:

    hm.. tipsnya msh sgt relevan dan saya setuju dgn personal branding tsb dlm rangka membangun kepercayaan

  27. hendro jy says:

    wah bahaya sekali ternyata reputasi memang penting kalau udh sekali blacklist maka selanjutnya reputasi hancur txs mas cosa

Leave a Reply

PENTING: Saya menghargai apapun komentar Anda mengenai artikel saya. Tapi saya sangat TIDAK menghargai apabila Anda melakukan SPAM atau menyertakan URL ke situs yang tidak berhubungan di dalam form komentar.

[+] kaskus emoticons nartzco

Topik yang berhubungan dengan artikel "Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)

1 | Panorama Theme by Themocracy