Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!
Bulan kemarin sempat terjadi kehebohan di dunia bisnis produk digital. Pasalnya, screenshot penghasilan di rekening tabungan yang selama ini banyak digunakan oleh penjual produk digital sebagai senjata dalam mempengaruhi emosi calon pembeli produk yang berkunjung ke situs mereka telah terbukti mudah untuk dipalsukan. Bahkan ada yang bela-belain meng-coding script khusus untuk men-generate screenshot aspal tersebut. Salut atas usahanya!
Jika ada yang ingat, beberapa tahun lalu saya juga sudah pernah menunjukkan cara mudah untuk membuat screenshot earning Google AdSense dengan nominal yang bikin bulu kuduk berdiri. Saking mudahnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah program TEXT EDITOR yang notabene sudah tersedia di sistem operasi apa pun yang Anda gunakan. Dan pada prinsipnya, cara tersebut dapat digunakan untuk menciptakan screenshot penghasilan palsu di berbagai situs. Dari Google AdSense, Amazon, Clickbank, hingga KlikBCA. Jadi gak perlu terlalu jauh menuduh kalau pemalsuan tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Photoshop.
Kembali ke masa sekarang, kejadian di atas kini membuka sebuah pertanyaan baru, terkhusus bagi yang sedang atau pun berniat untuk masuk ke dunia bisnis produk digital — seberapa penting penggunaan bukti penghasilan sebagai sarana promosi produk yang kita miliki?
Rekan Arief Maulana sudah sempat membahasnya beberapa waktu lalu. Kesimpulan yang diambil tidak jauh berbeda dengan topik bahasan terakhir di blog ini, yaitu branding dengan blog. Saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena memang benar demikian adanya. Namun perlu diperhatikan adanya poin pertimbangan lain, yaitu masalah waktu.
Ingat. Dengan menulis beberapa artikel di blog tidak serta merta membangun branding Anda. Bahkan bisa dikatakan, pembangunan brand melalui blog adalah jalur jangka panjang, bukan jalan tol. Saya sendiri butuh waktu satu tahun lebih untuk memperkuat personal branding sebelum memutuskan untuk siap terjun ke bisnis produk digital. Padahal, jauh sebelumnya, saya sudah pernah mempublikasikan artikel berseri mengenai pembuatan produk digital. Mulai dari ebook hingga video. Hayo, ingat tidak?
Nah, lalu bagaimana solusinya? Apa memang branding tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat?
Tentu saja bisa. Kuncinya akan dibahas di artikel berikutnya karena sudah agak melenceng dari topik artikel kali ini, hehehe.
Kembali ke topik, pada kenyataannya, ada sebagian produk digital berkualitas yang ikut-ikutan dicap sebagai produk sampah hanya gara-gara pembuatnya kurang eksis alias kurang branding. Konsumen maupun pasar (dalam arti: calon konsumen) memang tidak salah karena dengan banyaknya produk yang lebih cocok untuk dibuang ke laut aja (dalam arti: tidak bermutu), mau tidak mau mereka harus bersikap kritis dan ekstra hati-hati. Walau sebenarnya, perlu dibedakan juga antara kriteria produk ‘tidak bermutu’ dengan ‘kurang bermutu’ karena bagaimanapun tetap ada garis pembatas yang signifikan.
Kesalahan dari pihak pembuat produk sendiri adalah terburu-buru dalam melempar produknya ke pasaran tanpa berpikir untuk membangun brandingnya terlebih dahulu. Alhasil ya itu tadi, sudah sales letternya penuh variasi (dalam arti: hurufnya gede-gede dan warnanya beraneka ragam), penghasilan yang dipamerkan di screenshot memiliki nominal yang wuih, ditambah dengan sosok pengarang produk yang tidak jelas, wajar dong kalau belum apa-apa sudah diberi label produk sampah. Dan jangan kaget kalau efek bola saljunya menggelinding sedemikian cepat sehingga yang sudah membeli sekali pun ikutan latah menganggap produk tersebut sebagai produk sampah, walau mungkin bukan demikian faktanya.
So, jika Anda berniat untuk masuk ke bisnis produk digital, pertimbangkan untuk memasukkan elemen branding ke dalam tahap persiapan Anda. Insyaallah, efeknya bisa dirasa dalam jangka panjang — eksis secara personal, eksis secara produk. Asal ingat, jangan lebay please, hehehe.
Artikel yang berhubungan:
Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.
125 Responses to “Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!”
Leave a Reply
Topik yang berhubungan dengan artikel "Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)












Jika begitu, kualitas konten fungsi/posisinya dimana ya ?
Numpang PertamaXXXXXXXXXXXXXXXXX
reputasi memerlukan waktu seumur hidup untuk membangunnya, dan hanya perlu waktu singkat untuk menghancurkannya…..

Betul pak Iphin, dalam bisnis, sekali reputasi kita hancur, habislah kita.
Sebenarnya dalam setiap transaksi hanyalah diperlukan kepercayaan.
Saya sendiri pernah mengambil asuransi untuk puluhan karyawan saya dari perusahaan asuransi yang kurang bonafid. Padahal sebelumnya banyak penawaran dari asuransi besar.

Mengapa saya ambil yang kurang bonafit itu? Karena saya kenal baik dengan marketingnya
binggung juga mau ngambil brand apa y
Saya malah tertarik sama “Pada kenyataannya, ada sebagian produk digital berkualitas yang ikut-ikutan dicap sebagai produk sampah hanya gara-gara pembuatnya kurang EKSIS ”
banyak perusahaan sok denkat dengan konsumennya padahal eksis di online aja tidak
Ya benar Mas Cosa, jangankan produk digital, produk non digital seperti buku cetak-pun, ketika kita membeli juga memperhatikan Siapa Pengarang-NYa (latar belakang pendidikan dll), juga melihat penerbitnya. Kalau dari pengarangnya gak punya Nama (branding) dan Penerbitnya ecek-ecek .. maka Buku itu juga buku sampah… Namun meskipun penerbitnya bonafide, tetapi pengarangnya terbukti tidak bagus, sama juga ecek-ecek…
Jadi perlu 2 syarat branding pengarang dan penerbit..kalo yang ngarang Cosa Aranda + Penerbitnya Panduan Dasar, orang akan berpikir jauh.. bahwa kemungkinan sampahnya sedikit..
Betul nih..Branding melalui Blog rasanya juga lebih baik, meski memakan waktu tapi lebih baik dari kebohongan penghasilan. Sbenarnya ada cara mudah mengenail screenshoot klikBCA yg asli/palsu….bahkan bs dilihat dngan mata telanjang
nempel
Selamat anda
numpang PERTAMAXXX !!!!!!!!!
Numpang di Page One dulu ah..

Wah, berarti semuanya harus berawal dari branding dulu yap mas?berarti untuk menjalankan bisnis internet (khususnya), harus butuh waktu lama dulu yap untuk mendapat reputasi baik..
Mantap…..
mantab gan…
aku juga orang solo lho
ngikut nimbrung ah
_seharusnya_ ya di posisi pertamax mas
masalahnya, untuk tahu konten suatu produk, orang harus beli dulu. apabila gara2 kurang eksis produk tsb sudah terlanjur dapet label produk sampah, maka yg semula berniat beli pun jadi mundur. alhasil ya seperti yg aku bilang tadi, ada sebagian produk berkualitas yg kena imbas produk sampah cuman gara2 pengarangnya ‘malas’ untuk melakukan branding.
Setuju banget Mas Cosa, Berkoar-koar dengan Pamer ScreenShoot Penghasilan bukan suatu Langkah menciptakan Branding yg Ok. Alih-alih Konsumen malah menganggap sipemilik Produk adalah Tukang Kecap selain menganggap Produknya produk Sampah. Thanks untuk pencerahannya.
Numpang PremiumXXXXXXXXXX
Numpang KeduaX alias Premium
Ya pamer Screenshoot akan menipu bagi pemula di internet, sehingga akan mematikan bisnis internet, karena pemula yang merasa tertipu akan mengklaim bahwa bisnis internet adalah menipu………

setuju mas Cosa dan mas Rafi..
Tulisan” diblog dia juga sebuah branding untuk membangun trust building itu sendiri.
kalo tulisan”nya sangat berkompeten brand itu pasti akan terbentuk.
klo untuk manipulasi screenshoot mah pake paint juga bisa mas….
masih lebih gampang pake teks editor mas
bener juga kata mas cosa sama mas rafi emang kalau di menunjukan penghasilan mereka kyak keliahatan sampah kurang bagus keliatan sombong, angkuh. tapi mungkin dunia marketer saya kurang ngerti juga tentang branding. tapi yang pasti kita mempunyai produk pasti juga harus mempunyai branding
Numpang SOlar..X
numpang ketigax……..
Branding.. Branding. Branding.. Mas Cosa kalo branding dengan blog kita sudah kuat.. Bisakah kita tawarkan jasa kita untuk membuat “BUKU CETAK” …? Efeknya gimana Gan…??
pertanyaan menarik nih….

Kalo menurut saya buku cetak dulu juga nggak apa-apa…
Keduanya saling mempengaruhi brand…
efeknya dahsyat mungkin..

branding memang lama and susah….tapi maju trus,….
Saya fikir bukan lagì zamannya screenshot, newbie pun udah byk informasi, bukan rekayasa photoshop tapi rekayasa html. Dulu awal zaman IM ini memang manjur
betul gan

dulu banyak yang pamer screenshot di blognya,dan di manipulasi sehingga menciptakan kepercayaan pada pengunjung.tapi akhirnya ketahuan juga.kasian…
makasih mas cosa…….
Content is the king, backlink is the queen, branding nih cocoknya jadi tim suksesnya kayaknya
Cara branding yang saya tau adalah :
)
1. lewat pesbuk
2. lewat twitter
3. lewat temen kampus
4. lewat blogwalking
5. forum
6. bikin karya dari hobi kita (pelukis bikin lukisan, suka nyanyi ya bikin lagu, suka nulis ya tinggal bikin karangan, suka jualan bikin tips tentang jualan, lek gak suka apa2 jangan copas
7. atooo bikin stiker domain kita ^_^
setujuuuuuuuuuuu
[...] Content is the king ! Saya sangat setuju dengan jargon tersebut. Konten bisa menunjukkan visi, jatidiri dan singkatnya adalah personal branding Anda. [...]
gitu ya Om… Wah padahal udah mau buat produk saingan om cosa.. (kalau punya saya Panduan Gembloeng) ha..ha..
Terpaksa pending dulu ajalah.. nuggu diakui gembloeng dulu.. Solo – Solo
tak tunggu produknya, siap jadi beta tester
agar produk yg di jual bertahan di hutan digital ini… mmg kudu membangun branding yg bagus
dari dulu aku gak pernah percaya screenshot, cari duit gak gampang…harus dengan kerja keras untuk sukses dan itu perlu waktu dan branding yang te o pe be ge te
Lalu, bagaimana “kiat jitu membangun branding”..
sy setuju dg tips dari mas arief maulana, doi bilang kalo salah satu unsur branding yi kudu punya kredibilitas + penguasaan produk
nasehat yang bagus amat nih . . . .
emang betul para konsumen sudah sangat kritis akan masalah produk digital
Kata Orang Jawa Becik Ketitik Ala Ketara..




kalau kita berbuat jelek dan menipu orang untuk mendapatkan hasil yang banyak pasti nanti akan celaka…
apalagi buat screenshot aspal itu perlu di musnahkan orang seperti itu…
Lebih baik kita jualan yang jujur biar mujur…
dan hidup jadi makmur….
benar sekali mas cosa,branding dapat mempertajam kekuatan bisnis kita sehingga penghasilan yang kita dapatkan akan sesuai dengan harapan yang kita inginkan
setuju…
makanya social networking jangan cuman dijadiin ajang mencari teman doank…
klo dibuat branding kan cukup efektif juga ya…!!
mantab gan
Mas Cosa, saya berminat bikin ebook nih. Hahaha… nanti bisa bantu promoin di panduandasar ga?
beres mas, apa sih yg gak buat mas deddy
Betul mas…cuman mesti konsen dan panda memanage waktu ya buat aktifitas ngebranding tsb? Klo bisa sekalian tips total brandingnya di artikel berikutnya yap..
wah wah wah… sekarang mulai ahli branding… tapi tull juga sih.. siapapun kalau tidak melihat potensi blognya rugi, apalagi sudah punya image yg bagus..
Produk-produk yang janjin cepet kaya selalu
blog saya gak pernah di backlink neh.. hiks..
Mungkin Next Time Gan
yang berjuang dari bawah lebih kuat pondasinya
seperti membangun rumah, semakin kuat pondasinya, semakin kokoh bangunannya…blog saya dah hampir 6 bulanan saya biarkan, paling cuma ngisi kontent itupun klo inget.tp alhamdulillah dengan hanya beberapa backlink di waktu2 sebelumnya, ada saja yang mau mampir
Untuk Produk yang bukan digital saja menurut saya branding sekarang sudah cukup sulit, sejak social media seperti facebook dan twitter menjadi sangat berpengaruh buat brand.
Kalo dulu, si empunya brand cukup ngecek komplain dari koran-koran besar , sekarang mereka harus cukup sigap kalau-kalau ada komentar negatif tentang produk mereka di facebook, twitter dan blog.
Makanya saya salut buat mas cosa yang berhasil mambangun personal branding. Karena personal branding, setiap produk yang di keluarkan Cosa sekarang sama seklai gak bisa dianggap produk sampah.
Benar tidak? Cosa =
Kalo yang merasa ga mampu branding (kayak saya), ya jadi affiliate aja…
Hm… branding yah….. jika suatu saat ada produk digital dari saya, dan saya sukses besar, mungkin karena terinspirasi dan terilhami dan tercerahkan melalui tulisan ini.
Sori klo saya jarang sering mampir dan jarang komen mas Cosa. Thx berat buat tulisannya yang singkat namun greget abis….
Kalau semua nipu gitu gmana citra indonesia bisa baik di dunia internet
Saya sempet hampir tertipu mau beli karena lihat screenshot rekening bank, untung tidak jadi
Biasanya saya membeli suatu produk karena branding dari postingan blog yang bermanfaat. Mulai dari, siapa dia dan testimoninya.
bener banget mas cosa, udah bukan jamannya lagi pamer rekening, adik q yg masih smp aja bisa buat. Dan biasanya konsumen membeli produk dgn melihat latar belakang owner di bilantika maya ini. Sukses selalu buat mas Cosa!!
Saya juga setuju bahwa akibat dari banyaknya produk sampah, akibatnya produk bermutu pun ikut dianggap produk sampah. Soalnya saya sendiri pernah produk dengan harga yang cukup murah namun kualitasnya sangat baik. Jauh lebih baik dari produk-produk yang dijual dengan harga ratusan ribu. Yang membedakan kedua produk itu menurut saya, produk berkualitas yang saya beli mendorong untuk memiliki bisnis sendiri, sementara produk yang kurang berkualitas hanya mendorong untuk menjadi reseller dari produk tersebut yang artinya uang ratusan ribu yang dikeluarkan hanya untuk menjadi reseller saja.
untuk urusan branding memang perlu. soalnya untuk menerbitkan buku saja saya melihat cukup banyak penerbit yang melihat nama dari penulis untuk memutuskan apakah akan menerbitkan buku tersbeut atau tidak. karena saya telah beberapa kali membeli buku yang menurut saya isinya tidak berguna dan bahkan mengajarkan hal yang salah. ini karena saya juga karena membeli hanya melihat pengarangnya.
iya tuh bang…skrng banyak pake tipu2 screenshoot penghasilan, bahkan ada yg 1 situs bisnis koq sama screenshootx…ngakak aq liatx
Saya beli ebook PDC karena “cosa aranda”-nya..
thank’s infonya mas
wah…. infonya sangat bagus sekali nih, jadi kita gak mudah terpengaruh dengan penawaran yang banyak screenshootnya… wong ternyata itu bisa dibuat di text editor kok… trims banyak ya pak cosa atas informasinya… sukses selalu…
Mungkin kita harus lebih jeli mengenai apa yang di maksud dengan produk sampah ? Jangan sampai dengan adanya sebutan produk sampah malah akan membuat semacam halangan pada seseorang untuk mengeluarkan /menjual produk yang dimilikinya. Untuk mas Cosa sendiri sebenarnya apa sih kriterianya produk sampah itu ?
kalo buat aku gak ada yg namanya produk sampah mas
yg ada:
1. produk berkualitas -> isi maksimal dan bermanfaat bagi sebagian besar pembeli
2. produk kurang berkualitas -> isi tidak maksimal dan hanya bermanfaat bagi sebagian kecil pembeli
3. produk menipu -> isi dengan yg dipromosikan tidak sesuai
Klo dilihat dari penjabaran mas cosa, berarti judul artikelnya harus diganti yaitu :
1. Gak Mau Dicap Pembuat Produk Menipu ? Branding Dulu Dong! atau
2. Gak Mau Dicap Pembuat Produk kurang
berkualitas ? Branding Dulu Dong!
Tapi, klo produk yang isinya maksimal pun itu yang seperti apa ?
hehehe, soalnya kan aku belum pernah nulis tentang tiga kategori produk tsb, jadi aku pake istilah yg udah umum aja
maksimal gaknya relatif kayaknya yah. cuman kan ada tuh, produk yg pertama kali keluar isinya parah banget, tapi setelah beberapa kali updet / revisi materi, isinya sekarang jadi lumayan bagus
asyik….berarti bisa ditulis dunk artikelnya mengenai 3 kategori produk. Biar internet marketing kita lebih sehat
wah produk apaan tuh mas, harus share dunk. Atau mas cosa sungkan ama beliaunya karena sekarang udah jadi temen mas cosa. Sok tau ya gw
Wah hebat Mas Cosa sangat positive thinking sekali
Padahal di luar negeri sana banyak juga yang tidak suka produk digital apalagi yang mentarget orang2 yang baru mau belajar cari uang di Internet, alasannya “the capitalized the newbie”.
Kalau dipikir2 sih ada benernya juga, tapi saya sendiri banyak terbantu dengan produk2 berkualitas yang tidak sampah
selama menjalani aktifitas cari uang di internet, sisanya improvisasi cara2 sendiri yang ternyata melipatgandakan hasil yang diperoleh.
Jujur sih aku sendiri sangat tertarik untuk membuat produk digital, TAPI ga berani menghadapi efek negatif dari brandingnya itu lho…
bagaimanapun, salah satu bisnis internet yg bisa bener2 cepet kaya adalah “make money online by ‘helping’ people make money online”. helping-nya tanda kutip yah, hehehe, bisa help beneran, bisa juga nipu
kalo masalah sampah ato gak kan sebenarnya tergantung ke diri kita sendiri. kalo gak percaya, ya buka aja deh kamus besar bahasa indonesia dan liat definisi sampah di sana, hihihi
ps: aku nunggu produk digital-nya loh. apalagi kalo JV dengan PDC, hehehe
ah beruntung saya tidak mudah tergiur melihat screenshot penghasilan yang dahsyat tapi produk yang dijual tidak jelas
Mas bahasan ttg blogging for branding kan dah banyak.
Kata Mas Cosa, selain dgn blog, branding juga bisa dengan forum dan sosial jejaring sosial.
Nah gmn kalo mas Cosa buat posting ttg branding dengan forum?
Pasti seru
saya sebagai konsumen cuman bisa awas sama hati-hati ajah..
hehe…
kalo kena produk jelek yang ternyata isinya gag beda jauh ma produk gratisan yah percuma..
wkwkwkwwk…
sama seperti @mas kadi untung saya gag gampang tergiur sama penghasilan yang gede n dipampangin begituh wkwkwwkwk…
Branding bisa perlu dan bisa juga tidak selalu perlu. Contoh mudahnya adalah buku(kertas). Saya cukup sering membeli buku karya orang yang tidak terlalu populer, tapi kualitas isinya juga tidak jelek. Kalaupun isinya tidak bagus, itu sudah risiko yang harus saya alami sebagai seorang yang ingin menambah ilmu dan wawasan. Tapi memiliki nama dan popularitas adalah suatu poin plus tersendiri untuk kesuksesan pribadi dan manfaat jangka panjang
buku digital dan buku cetak aku rasa beda kasus. untuk buku digital, ada yg ngomong miring dikit aja ttg produk kita, imbasnya bisa langsung kemana2. sedang untuk buku cetak, mau diomongin apa aja biasanya gak terlalu berpengaruh ke penjualan bukunya. itu sebabnya untuk ebook brand penulis lebih penting dibanding buku cetak.
Mas Cosa,
Artikel yang bocoran judulnya nongol di Sidebar kapan keluar? Ditunggu2 belum ada2 nih, padahal udah penasaran banget
nunggu artikel seri brandingnya kelar mbak. konsep polling artikel untuk ke depannya juga rencananya akan diubah, gak lagi pilih judul artikel, tapi pilih topik / tema artikel. lebih enak biar artikel yg berseri keluarnya bisa berurutan
Oke lah kalau begitu
Sebagai pembaca ikut apa yang punya blog aja deh, hehehe..
Betul, branding dulu. Walau tidak saya sadari, saya pun juga melakukannya selama ini, sebelum saya luncurkan produk-produk saya dalam bisnis yang akan saya lucurkan beberapa bulan mendatang.
program text editornya download dimana ya ???
kan udah bawaan sistem operasi
kalo mau yg lebih bagus sih bisa pake Notepad2. coba di-googling aja
ya betul sekali, sekarang saya lihat banyak segali produk2 reseller yang kurang memperhatikan branding produk. jadi produk terkesan murahan, padahal tidak seperti itu .
Yap branding emang penting banget sebelum melempar sebuah produk, yah dimana-mana orang akan lebih percaya sama produsen yang udah punya nama baik, klo penulis produk digitalnya udah punya nama harum, orang-orang gak bakal ragu belinya.
Sepakat banget Mas.
Upaya membangun brand dan image mungkin butuh proses ‘berdarah-darah’. Artinya memang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Kita perlu memberi dan memberi terlebih dahulu secara konsisten.
Waktu setahun saya kira memang waktu yang ideal untuk mencapai brand dan personal image yang bagus. Sebab dalam jangka waktu tersebut, karakter kita sebagai blogger biasanya sudah mengkristal
branding…??? kata yang sudah tidak asing lagi. kalau perusahaan mesti bayar milyaran hanya untuk barnding, kenapa kita gak mau sabar untuk membangunya, padahal ga mesti ngeluarin milyaran. kecuali kalau mau instan tanya sama mas cosa
branding! kata yang tidak asing but kita. perusahan aja ngabisin uang milyaran rupiah buat branding, kenapa kita gak sabar untuk membuat branding sendiri padahal kan gratis yah gak mesti ngeluarin milyaran
Waduh agak lama ngga main kesini ternyata dapat backlink. Thanx mas Cosa.
Saya menanti artikel tips branding dlm waktu singkat neeh. Dan kalau soal tampilan web penjualan, sebenarnya (menurut saya) lebih cool yang simpel.
Seperti di halaman sales letter Instant internet business idea. Sederhana, to the point, testimoni ada. Ga perlu nunjukin screen shot (yg bs dipalsu). Cuma yaitu tadi, butuh dukungan branding.