Sukses Bisnis Affiliasi Rahasia Sukses Clickbank VKios Pasang Iklan Di Sini Pasang Iklan Di Sini

Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!

Oleh | Publikasi: February 9, 2010 12:15 am
Panduan 28 Hari Menguasai SEO

Bulan kemarin sempat terjadi kehebohan di dunia bisnis produk digital. Pasalnya, screenshot penghasilan di rekening tabungan yang selama ini banyak digunakan oleh penjual produk digital sebagai senjata dalam mempengaruhi emosi calon pembeli produk yang berkunjung ke situs mereka telah terbukti mudah untuk dipalsukan. Bahkan ada yang bela-belain meng-coding script khusus untuk men-generate screenshot aspal tersebut. Salut atas usahanya!

Jika ada yang ingat, beberapa tahun lalu saya juga sudah pernah menunjukkan cara mudah untuk membuat screenshot earning Google AdSense dengan nominal yang bikin bulu kuduk berdiri. Saking mudahnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah program TEXT EDITOR yang notabene sudah tersedia di sistem operasi apa pun yang Anda gunakan. Dan pada prinsipnya, cara tersebut dapat digunakan untuk menciptakan screenshot penghasilan palsu di berbagai situs. Dari Google AdSense, Amazon, Clickbank, hingga KlikBCA. Jadi gak perlu terlalu jauh menuduh kalau pemalsuan tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Photoshop.

Kembali ke masa sekarang, kejadian di atas kini membuka sebuah pertanyaan baru, terkhusus bagi yang sedang atau pun berniat untuk masuk ke dunia bisnis produk digital — seberapa penting penggunaan bukti penghasilan sebagai sarana promosi produk yang kita miliki?

Rekan Arief Maulana sudah sempat membahasnya beberapa waktu lalu. Kesimpulan yang diambil tidak jauh berbeda dengan topik bahasan terakhir di blog ini, yaitu branding dengan blog. Saya tidak akan membantah pernyataan tersebut karena memang benar demikian adanya. Namun perlu diperhatikan adanya poin pertimbangan lain, yaitu masalah waktu.

Ingat. Dengan menulis beberapa artikel di blog tidak serta merta membangun branding Anda. Bahkan bisa dikatakan, pembangunan brand melalui blog adalah jalur jangka panjang, bukan jalan tol. Saya sendiri butuh waktu satu tahun lebih untuk memperkuat personal branding sebelum memutuskan untuk siap terjun  ke bisnis produk digital. Padahal, jauh sebelumnya, saya sudah pernah mempublikasikan artikel berseri mengenai pembuatan produk digital. Mulai dari ebook hingga video. Hayo, ingat tidak? :)

Nah, lalu bagaimana solusinya? Apa memang branding tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat?

Tentu saja bisa. Kuncinya akan dibahas di artikel berikutnya karena sudah agak melenceng dari topik artikel kali ini, hehehe.

Kembali ke topik, pada kenyataannya, ada sebagian produk digital berkualitas yang ikut-ikutan dicap sebagai produk sampah hanya gara-gara pembuatnya kurang eksis alias kurang branding. Konsumen maupun pasar (dalam arti: calon konsumen) memang tidak salah karena dengan banyaknya produk yang lebih cocok untuk dibuang ke laut aja (dalam arti: tidak bermutu), mau tidak mau mereka harus bersikap kritis dan ekstra hati-hati. Walau sebenarnya, perlu dibedakan juga antara kriteria produk ‘tidak bermutu’ dengan ‘kurang bermutu’ karena bagaimanapun tetap ada garis pembatas yang signifikan.

Kesalahan dari pihak pembuat produk sendiri adalah terburu-buru dalam melempar produknya ke pasaran tanpa berpikir untuk membangun brandingnya terlebih dahulu. Alhasil ya itu tadi, sudah sales letternya penuh variasi (dalam arti: hurufnya gede-gede dan warnanya beraneka ragam), penghasilan yang dipamerkan di screenshot memiliki nominal yang wuih, ditambah dengan sosok pengarang produk yang tidak jelas, wajar dong kalau belum apa-apa sudah diberi label produk sampah. Dan jangan kaget kalau efek bola saljunya menggelinding sedemikian cepat sehingga yang sudah membeli sekali pun ikutan latah menganggap produk tersebut sebagai produk sampah, walau mungkin bukan demikian faktanya.

So, jika Anda berniat untuk masuk ke bisnis produk digital, pertimbangkan untuk memasukkan elemen branding ke dalam tahap persiapan Anda. Insyaallah, efeknya bisa dirasa dalam jangka panjang — eksis secara personal, eksis secara produk. Asal ingat,  jangan lebay please, hehehe.

       
   

Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.

peluang bisnis online jangka pendek dan jangka panjang

129 Responses to “Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!”

  1. Suarakelana says:

    Jika begitu, kualitas konten fungsi/posisinya dimana ya ?

  2. Rafi says:

    Setuju banget Mas Cosa, Berkoar-koar dengan Pamer ScreenShoot Penghasilan bukan suatu Langkah menciptakan Branding yg Ok. Alih-alih Konsumen malah menganggap sipemilik Produk adalah Tukang Kecap selain menganggap Produknya produk Sampah. Thanks untuk pencerahannya.

  3. rivan tech says:

    bener juga kata mas cosa sama mas rafi emang kalau di menunjukan penghasilan mereka kyak keliahatan sampah kurang bagus keliatan sombong, angkuh. tapi mungkin dunia marketer saya kurang ngerti juga tentang branding. tapi yang pasti kita mempunyai produk pasti juga harus mempunyai branding

  4. Branding.. Branding. Branding.. Mas Cosa kalo branding dengan blog kita sudah kuat.. Bisakah kita tawarkan jasa kita untuk membuat “BUKU CETAK” …? Efeknya gimana Gan…??

  5. branding memang lama and susah….tapi maju trus,….

  6. dafiDRiau says:

    Saya fikir bukan lagì zamannya screenshot, newbie pun udah byk informasi, bukan rekayasa photoshop tapi rekayasa html. Dulu awal zaman IM ini memang manjur

  7. dulu banyak yang pamer screenshot di blognya,dan di manipulasi sehingga menciptakan kepercayaan pada pengunjung.tapi akhirnya ketahuan juga.kasian…

    makasih mas cosa…….

  8. ahmad says:

    Content is the king, backlink is the queen, branding nih cocoknya jadi tim suksesnya kayaknya :p

    Cara branding yang saya tau adalah :
    1. lewat pesbuk
    2. lewat twitter
    3. lewat temen kampus
    4. lewat blogwalking
    5. forum
    6. bikin karya dari hobi kita (pelukis bikin lukisan, suka nyanyi ya bikin lagu, suka nulis ya tinggal bikin karangan, suka jualan bikin tips tentang jualan, lek gak suka apa2 jangan copas :p)
    7. atooo bikin stiker domain kita ^_^ :alay

  9. […] Content is the king ! Saya sangat setuju dengan jargon tersebut. Konten bisa menunjukkan visi, jatidiri dan singkatnya adalah personal branding Anda. […]

  10. gitu ya Om… Wah padahal udah mau buat produk saingan om cosa.. (kalau punya saya Panduan Gembloeng) ha..ha..
    Terpaksa pending dulu ajalah.. nuggu diakui gembloeng dulu.. Solo – Solo :tkp

  11. agar produk yg di jual bertahan di hutan digital ini… mmg kudu membangun branding yg bagus

  12. yully says:

    dari dulu aku gak pernah percaya screenshot, cari duit gak gampang…harus dengan kerja keras untuk sukses dan itu perlu waktu dan branding yang te o pe be ge te

  13. ebat says:

    Lalu, bagaimana “kiat jitu membangun branding”..

  14. nasehat yang bagus amat nih . . . .
    emang betul para konsumen sudah sangat kritis akan masalah produk digital

  15. Kata Orang Jawa Becik Ketitik Ala Ketara.. :malu2
    kalau kita berbuat jelek dan menipu orang untuk mendapatkan hasil yang banyak pasti nanti akan celaka… :hammer
    apalagi buat screenshot aspal itu perlu di musnahkan orang seperti itu… :marah :marah
    Lebih baik kita jualan yang jujur biar mujur… :newyear
    dan hidup jadi makmur…. :iloveindonesia

  16. benar sekali mas cosa,branding dapat mempertajam kekuatan bisnis kita sehingga penghasilan yang kita dapatkan akan sesuai dengan harapan yang kita inginkan

  17. Fajar says:

    setuju…
    makanya social networking jangan cuman dijadiin ajang mencari teman doank…
    klo dibuat branding kan cukup efektif juga ya…!!

  18. Deddy Andaka says:

    Mas Cosa, saya berminat bikin ebook nih. Hahaha… nanti bisa bantu promoin di panduandasar ga? :D

  19. Betul mas…cuman mesti konsen dan panda memanage waktu ya buat aktifitas ngebranding tsb? Klo bisa sekalian tips total brandingnya di artikel berikutnya yap.. :)

  20. faris vio says:

    wah wah wah… sekarang mulai ahli branding… tapi tull juga sih.. siapapun kalau tidak melihat potensi blognya rugi, apalagi sudah punya image yg bagus..

  21. Produk-produk yang janjin cepet kaya selalu :repost:

  22. mh says:

    blog saya gak pernah di backlink neh.. hiks..

  23. yang berjuang dari bawah lebih kuat pondasinya :)

  24. seperti membangun rumah, semakin kuat pondasinya, semakin kokoh bangunannya…blog saya dah hampir 6 bulanan saya biarkan, paling cuma ngisi kontent itupun klo inget.tp alhamdulillah dengan hanya beberapa backlink di waktu2 sebelumnya, ada saja yang mau mampir:)

  25. Untuk Produk yang bukan digital saja menurut saya branding sekarang sudah cukup sulit, sejak social media seperti facebook dan twitter menjadi sangat berpengaruh buat brand.

    Kalo dulu, si empunya brand cukup ngecek komplain dari koran-koran besar , sekarang mereka harus cukup sigap kalau-kalau ada komentar negatif tentang produk mereka di facebook, twitter dan blog.

    Makanya saya salut buat mas cosa yang berhasil mambangun personal branding. Karena personal branding, setiap produk yang di keluarkan Cosa sekarang sama seklai gak bisa dianggap produk sampah.

    Benar tidak? Cosa = :recsel

  26. Kalo yang merasa ga mampu branding (kayak saya), ya jadi affiliate aja… :alay

  27. Syamsul Alam says:

    Hm… branding yah….. jika suatu saat ada produk digital dari saya, dan saya sukses besar, mungkin karena terinspirasi dan terilhami dan tercerahkan melalui tulisan ini.

    Sori klo saya jarang sering mampir dan jarang komen mas Cosa. Thx berat buat tulisannya yang singkat namun greget abis….

  28. Kalau semua nipu gitu gmana citra indonesia bisa baik di dunia internet

  29. Saya sempet hampir tertipu mau beli karena lihat screenshot rekening bank, untung tidak jadi

  30. A9YnD1LV3R says:

    Biasanya saya membeli suatu produk karena branding dari postingan blog yang bermanfaat. Mulai dari, siapa dia dan testimoninya.

  31. bener banget mas cosa, udah bukan jamannya lagi pamer rekening, adik q yg masih smp aja bisa buat. Dan biasanya konsumen membeli produk dgn melihat latar belakang owner di bilantika maya ini. Sukses selalu buat mas Cosa!!

  32. Asoka says:

    Saya juga setuju bahwa akibat dari banyaknya produk sampah, akibatnya produk bermutu pun ikut dianggap produk sampah. Soalnya saya sendiri pernah produk dengan harga yang cukup murah namun kualitasnya sangat baik. Jauh lebih baik dari produk-produk yang dijual dengan harga ratusan ribu. Yang membedakan kedua produk itu menurut saya, produk berkualitas yang saya beli mendorong untuk memiliki bisnis sendiri, sementara produk yang kurang berkualitas hanya mendorong untuk menjadi reseller dari produk tersebut yang artinya uang ratusan ribu yang dikeluarkan hanya untuk menjadi reseller saja.

    untuk urusan branding memang perlu. soalnya untuk menerbitkan buku saja saya melihat cukup banyak penerbit yang melihat nama dari penulis untuk memutuskan apakah akan menerbitkan buku tersbeut atau tidak. karena saya telah beberapa kali membeli buku yang menurut saya isinya tidak berguna dan bahkan mengajarkan hal yang salah. ini karena saya juga karena membeli hanya melihat pengarangnya.

  33. backlink says:

    iya tuh bang…skrng banyak pake tipu2 screenshoot penghasilan, bahkan ada yg 1 situs bisnis koq sama screenshootx…ngakak aq liatx

  34. rullyfp says:

    Saya beli ebook PDC karena “cosa aranda”-nya..

  35. didik says:

    wah…. infonya sangat bagus sekali nih, jadi kita gak mudah terpengaruh dengan penawaran yang banyak screenshootnya… wong ternyata itu bisa dibuat di text editor kok… trims banyak ya pak cosa atas informasinya… sukses selalu…

  36. ismail says:

    Mungkin kita harus lebih jeli mengenai apa yang di maksud dengan produk sampah ? Jangan sampai dengan adanya sebutan produk sampah malah akan membuat semacam halangan pada seseorang untuk mengeluarkan /menjual produk yang dimilikinya. Untuk mas Cosa sendiri sebenarnya apa sih kriterianya produk sampah itu ? :nerd

    • Cosa Aranda says:

      kalo buat aku gak ada yg namanya produk sampah mas :)

      yg ada:
      1. produk berkualitas -> isi maksimal dan bermanfaat bagi sebagian besar pembeli
      2. produk kurang berkualitas -> isi tidak maksimal dan hanya bermanfaat bagi sebagian kecil pembeli
      3. produk menipu -> isi dengan yg dipromosikan tidak sesuai

      • ismail says:

        Klo dilihat dari penjabaran mas cosa, berarti judul artikelnya harus diganti yaitu :

        1. Gak Mau Dicap Pembuat Produk Menipu ? Branding Dulu Dong! atau

        2. Gak Mau Dicap Pembuat Produk kurang
        berkualitas ? Branding Dulu Dong!

        Tapi, klo produk yang isinya maksimal pun itu yang seperti apa ? :sup:

        • Cosa Aranda says:

          hehehe, soalnya kan aku belum pernah nulis tentang tiga kategori produk tsb, jadi aku pake istilah yg udah umum aja :)

          maksimal gaknya relatif kayaknya yah. cuman kan ada tuh, produk yg pertama kali keluar isinya parah banget, tapi setelah beberapa kali updet / revisi materi, isinya sekarang jadi lumayan bagus :)

          • ismail says:

            asyik….berarti bisa ditulis dunk artikelnya mengenai 3 kategori produk. Biar internet marketing kita lebih sehat :D

            wah produk apaan tuh mas, harus share dunk. Atau mas cosa sungkan ama beliaunya karena sekarang udah jadi temen mas cosa. Sok tau ya gw :hammer

      • darknight says:

        Wah hebat Mas Cosa sangat positive thinking sekali :)

        Padahal di luar negeri sana banyak juga yang tidak suka produk digital apalagi yang mentarget orang2 yang baru mau belajar cari uang di Internet, alasannya “the capitalized the newbie”.

        Kalau dipikir2 sih ada benernya juga, tapi saya sendiri banyak terbantu dengan produk2 berkualitas yang tidak sampah :cendol selama menjalani aktifitas cari uang di internet, sisanya improvisasi cara2 sendiri yang ternyata melipatgandakan hasil yang diperoleh.

        Jujur sih aku sendiri sangat tertarik untuk membuat produk digital, TAPI ga berani menghadapi efek negatif dari brandingnya itu lho…

        • Cosa Aranda says:

          bagaimanapun, salah satu bisnis internet yg bisa bener2 cepet kaya adalah “make money online by ‘helping’ people make money online”. helping-nya tanda kutip yah, hehehe, bisa help beneran, bisa juga nipu :p

          kalo masalah sampah ato gak kan sebenarnya tergantung ke diri kita sendiri. kalo gak percaya, ya buka aja deh kamus besar bahasa indonesia dan liat definisi sampah di sana, hihihi

          ps: aku nunggu produk digital-nya loh. apalagi kalo JV dengan PDC, hehehe

  37. mas kadi says:

    ah beruntung saya tidak mudah tergiur melihat screenshot penghasilan yang dahsyat tapi produk yang dijual tidak jelas

  38. Bang Arman says:

    Mas bahasan ttg blogging for branding kan dah banyak.

    Kata Mas Cosa, selain dgn blog, branding juga bisa dengan forum dan sosial jejaring sosial.

    Nah gmn kalo mas Cosa buat posting ttg branding dengan forum?

    Pasti seru :malu2

    :malu2

  39. newbi3 says:

    saya sebagai konsumen cuman bisa awas sama hati-hati ajah..
    hehe…
    kalo kena produk jelek yang ternyata isinya gag beda jauh ma produk gratisan yah percuma..
    wkwkwkwwk…

    sama seperti @mas kadi untung saya gag gampang tergiur sama penghasilan yang gede n dipampangin begituh wkwkwwkwk…

  40. Branding bisa perlu dan bisa juga tidak selalu perlu. Contoh mudahnya adalah buku(kertas). Saya cukup sering membeli buku karya orang yang tidak terlalu populer, tapi kualitas isinya juga tidak jelek. Kalaupun isinya tidak bagus, itu sudah risiko yang harus saya alami sebagai seorang yang ingin menambah ilmu dan wawasan. Tapi memiliki nama dan popularitas adalah suatu poin plus tersendiri untuk kesuksesan pribadi dan manfaat jangka panjang :alay

    • Cosa Aranda says:

      buku digital dan buku cetak aku rasa beda kasus. untuk buku digital, ada yg ngomong miring dikit aja ttg produk kita, imbasnya bisa langsung kemana2. sedang untuk buku cetak, mau diomongin apa aja biasanya gak terlalu berpengaruh ke penjualan bukunya. itu sebabnya untuk ebook brand penulis lebih penting dibanding buku cetak.

  41. darknight says:

    Mas Cosa,
    Artikel yang bocoran judulnya nongol di Sidebar kapan keluar? Ditunggu2 belum ada2 nih, padahal udah penasaran banget :nerd

    • Cosa Aranda says:

      nunggu artikel seri brandingnya kelar mbak. konsep polling artikel untuk ke depannya juga rencananya akan diubah, gak lagi pilih judul artikel, tapi pilih topik / tema artikel. lebih enak biar artikel yg berseri keluarnya bisa berurutan :)

  42. firman says:

    Betul, branding dulu. Walau tidak saya sadari, saya pun juga melakukannya selama ini, sebelum saya luncurkan produk-produk saya dalam bisnis yang akan saya lucurkan beberapa bulan mendatang.

  43. zicoe1985 says:

    program text editornya download dimana ya ???

  44. Gede Kurnia says:

    ya betul sekali, sekarang saya lihat banyak segali produk2 reseller yang kurang memperhatikan branding produk. jadi produk terkesan murahan, padahal tidak seperti itu .

  45. turisuna says:

    Yap branding emang penting banget sebelum melempar sebuah produk, yah dimana-mana orang akan lebih percaya sama produsen yang udah punya nama baik, klo penulis produk digitalnya udah punya nama harum, orang-orang gak bakal ragu belinya. :recsel

  46. iskandaria says:

    Sepakat banget Mas.

    Upaya membangun brand dan image mungkin butuh proses ‘berdarah-darah’. Artinya memang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Kita perlu memberi dan memberi terlebih dahulu secara konsisten.

    Waktu setahun saya kira memang waktu yang ideal untuk mencapai brand dan personal image yang bagus. Sebab dalam jangka waktu tersebut, karakter kita sebagai blogger biasanya sudah mengkristal :D

  47. KangAsep says:

    branding…??? kata yang sudah tidak asing lagi. kalau perusahaan mesti bayar milyaran hanya untuk barnding, kenapa kita gak mau sabar untuk membangunya, padahal ga mesti ngeluarin milyaran. kecuali kalau mau instan tanya sama mas cosa :D

  48. KangAsep says:

    branding! kata yang tidak asing but kita. perusahan aja ngabisin uang milyaran rupiah buat branding, kenapa kita gak sabar untuk membuat branding sendiri padahal kan gratis yah gak mesti ngeluarin milyaran

  49. Waduh agak lama ngga main kesini ternyata dapat backlink. Thanx mas Cosa.

    Saya menanti artikel tips branding dlm waktu singkat neeh. Dan kalau soal tampilan web penjualan, sebenarnya (menurut saya) lebih cool yang simpel.

    Seperti di halaman sales letter Instant internet business idea. Sederhana, to the point, testimoni ada. Ga perlu nunjukin screen shot (yg bs dipalsu). Cuma yaitu tadi, butuh dukungan branding.

Leave a Reply

PENTING: Saya menghargai apapun komentar Anda mengenai artikel saya. Tapi saya sangat TIDAK menghargai apabila Anda melakukan SPAM atau menyertakan URL ke situs yang tidak berhubungan di dalam form komentar.

[+] kaskus emoticons nartzco

Topik yang berhubungan dengan artikel "Gak Mau Dicap Pembuat Produk Sampah? Branding Dulu Dong!": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)

1 | Panorama Theme by Themocracy