Mengapa Harga eBook Lebih Mahal Daripada Harga Buku Cetak?
Ide artikel bisa datang darimana saja. Contohnya dari komentar di status Facebook saya berikut ini:


Okay. So, mengapa harga ebook lebih mahal daripada harga buku cetak?
Jawabannya hanya satu, karena resiko membuat buku digital jauh lebih besar dibandingkan membuat buku cetak. Seperti apah sih resikonya? Coba simak gambar di bawah ini.

Dari keempat resiko di atas, kita dapat mengelompokkannya menjadi dua bagian, yaitu resiko yang berasal dari diri kita sendiri (inner risk) dan resiko yang berasal dari luar (outer risk). Ini pembagian menurut versi saya sendiri ya, jadi dilarang protes
Nah, yang merupakan ‘anggota’ dari inner risk adalah resiko penjualan dan resiko pemasaran. Yang dimaksud dengan resiko pemasaran di sini adalah resiko proses pemasaran ebook yang kita buat tidak berjalan dengan sempurna, dalam arti, informasi mengenai ebook kita tidak sampai ke calon pelanggan yang kita harapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan resiko penjualan adalah resiko tidak ada penjualan sama sekali terhadap ebook kita (atau jauh di bawah target) yang biasanya disebabkan oleh proses pemasaran yang tidak sesuai target dan tidak merata. Keduanya saya anggap sebaga inner risk karena seringkali disebabkan oleh diri kita sendiri.
Sampai di sini dulu, coba kita bandingkan dengan buku cetak. Dengan asumsi kita menggunakan jasa penerbit dan tidak melakukan pembuatan buku secara indie, maka distribusi buku cetak kita sudah pasti merata (tergantung kepada jasa penerbit yang kita gunakan). Selain itu, orang yang datang ke toko buku berasal dari berbagai golongan dan kemungkinan besar mereka sedang mencari buku dengan topik tertentu yang bisa jadi sama dengan topik buku yang Anda buat. Dengan demikian, resiko tidak adanya penjualan sekaligus resiko pemasaran di sini nyaris tidak ada.
Berikutnya adalah outer risk yang terdiri atas resiko pembajakan dan resiko pendiskreditan reputasi. Untuk resiko pembajakan saya rasa sudah cukup jelas, yaitu resiko produk kita dibajak dan disebarluaskan begitu saja di dunia internet. Resiko yang paling parah adalah resiko pendiskreditan reputasi yaitu resiko reputasi kita menurun gara-gara ebook kita dicap sebagai ebook sampah oleh segolongan pihak tertentu. Dengan asumsi di sini bahwa ebook yang kita buat tidak menipu dan telah kita buat sebaik-baiknya, maka kedua resiko tersebut saya anggap sebagai outer risk yang sulit untuk kita kontrol kehadirannya.
Sekarang bandingkan kembali dengan buku cetak. Saya rasa cukup jelas bahwa proses pembajakan terhadap buku cetak tidak sesering dan semudah pembajakan produk digital. Apalagi dengan harga yang relatif murah, orang akan lebih memilih untuk membeli buku asli daripada membeli yang bajakan. Demikian pula untuk pendiskreditan reputasi, jarang sekali ada pengarang buku cetak yang memiliki reputasi buruk. Bahkan pada saat bukunya benar-benar buruk pun, hal itu masih sangat jarang terjadi. Di internet? Efek viralnya sangat luar biasa. Ada gosip buruk sedikit saja tentang ebook A, hanya dalam hitungan hari bisa saja semua orang sudah menganggap ebook A tersebut buruk. Padahal itu baru gosip yang belum jelas diketahui kebenarannya. High risk banget, kan?
Well, jika Anda masih belum bisa menerima mengapa harga ebook lebih mahal daripada harga buku cetak, cobalah untuk suatu saat menjadi pengarang ebook (caranya bisa dipelajari di ebook Panduan Membuat Ebook, gratis dari PanduanDasar.Com *numpang promosi*). Karena terkadang sulit bagi kita untuk menerima suatu kenyataan apabila kita sendiri belum terlibat langsung dalam fakta tersebut.
loading...
Artikel yang berhubungan:
Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.
82 Responses to “Mengapa Harga eBook Lebih Mahal Daripada Harga Buku Cetak?”
Leave a Reply
Search terms: harga e book, harga ebook, kekurangan ebook dibandingkan buku, ebook usaha cetak, barang yang sering di bajak, http://www.imfreedom.net, ebook apa sih yang dimaksud, kekurangan dan kelebihan blog dibanding buku cetak, buku cosa aranda, harga buku mahal, harga e-book, panduandasar, buku ebook sampah, resiko pemasaran, yang dimaksud resiko pemasaran, tentang ebook, harga lebih mahal namun tidak laku di pasaran, ebook seo complete guide cosa aranda, ebook mengganti buku, e book seo cosa aranda,











Yap pertamax lagi…
as usual, komentar dulu baru baca
… kenapa harga ebook lebih mahal? karena untuk bayar komisi affiliatenya…
Ibu Ira pernah buat ebook?
Menurutku yg paling tepat adalah “resiko pembajakan”. Karena klo “resiko penjualan” juga ada di buku, yakni di pihak penerbit. Awalnya tentunya pihak penerbit akan analisa dulu apakah buku tsb bakal bs laku/tidak. Jika tidak,maka tidak akan menerbitkannya. Klo “resiko pendiskreditan reputasi”, saya lihat itu tidak ada hubungannya dgn “harga ebook lebih mahal”. Apakah klo dpt lebih byk fulus (krn lbih mahal), apakah bs kembalikan reputasi? Klo “resiko pembajakan”, klo profit ebook yg didapat banyak (krn mahal), maka bisa nutupi kerugian yg disebabkan pembajakan (anggap aja subsidi silang
. Peace. Hanya pemikiranku aja sih 
Setuju bngt dgn resiko pembajakan. Mskpn sdh pake format .exe. Msh tetap ada rawan bajakan jg.
ebook lbh gampang di share / di-distribusi secara massal.
Gak setuju…. ada ebook yang ga pake affilate…
bener ga sich… (Karena alasan resiko-resiko di atas cukup di terima akal)
Duh, barusan TERJEBAK lagi nih dengan permainan kata kata dari web yg saat ini sedang nongol di iklan sms premium nya mas cosa.
BTW, masalah bajak membajak, emang gak ada matinya deh di indonesia.
kalau menurut saya sih..karena sebuah ebook yang baik, isinya ditulis dari pengalaman pribadi yang sudah sukses melakukan apa yang ditulis di ebook tsb.
kalau buku2 cetak kebanyakan adalah “cerita”, belum tentu ditulis oleh orang yang telah sukses mempraktekan apa yang ditulisnya. kalau kita perhatikan ebook di Clickbank, kebanyakan adalah bagaimana mereka telah berhasil mendapatkan uang dalam jumlah besar dari internet marketing dan ini “real” bukan sekedar buku yang ditulis oleh seorang penulis yang baik.
begitu juga ebook lokal (yang baik dan kredibel tentunya) spt tulisan Mas Cosa contohnya, adalah pengalaman suksesnya. Ini yang “harus dihargai lebih” menurut saya…
Bagi saya, kenapa harga ebook lebih mahal dari buku karena memang harga ebook tersebut memiliki nilai lebih dibanding buku. Jujur, jika sebuah buku membahas hal yang sama dengan ebook, saya akan pilih buku saja. Saya selalu menekankan kepada orang yang konsultasi atau coaching dengan saya untuk membuat ebook yang bernilai melebihi harga jualnya.
Mindset saya: “memberikan nilai lebih”. Jangan sampai pembeli rugi.
kalo kata dedengkot warrior forum: klo kita menggunakan kata ebook, kita akan menghancurkan bisnis kita. di us sendiri,mindset ebook adalah buku digital murah dr amazon. di indo apalagi, ebook itu dekat dgn sesuatu yg gratis.
solusinya: ganti kata2 ebook dgn kata info product, produk rahasia, produk informasi dan sejenisnya. perubahan kyk gini akan mengubah mindset dan orang mau merogoh kocek untuk membelinya. setuju?
@darknight : bener kata panjenengan ,kata eBook untuk netter indonesia yo buku gratisan, walaupun bayar tp terkadang kita berpikir apa semenarik judulnya? apa emang setara dengan harganya? ntar aja ach nunggu gratisan paling bentar lg ada yang upload, wehehehe the power of gratisan.
regards..
Sepertinya yg dipermasalahkan oleh mas Cosa, bukanlah pada pemilihan kata/istilahnya. Klo produk rahasia tsb (pada akhirnya) adalah ebook (pdf/exe), trus kenapa harga nya lebih mahal dari buku cetak? padahal ongkos produksinya jauh lebih murah (tidak pake cetak, tidak pake jasa penerbit, dll). best rgds, -soeki-
ebook ya ebook.. gak ada yang rahasia di dunia ini.. hati2 nanti jadi salah kaprah produk rahasia = ebook sampah hahahaha… maap mas JS!
hiaah….kalimat saktinya keluar….
)
Setiap versi ada kekurangan dan kelebihannya masing2…
resiko membuat versi ebook ya spt yg dikemukakan oleh mas cosa diatas, sementara resikonya nerbitin buku versi cetak ya dana yang harus dikeluarkan terutama utk biaya percetakan dan distribusi, itu saja kalo untung lah kalo ga ada yang beli, he he.
Makanya ayo pada nulis ebook, tapi ebook yang berkualitas spt ebook2nya mas cosa ini. bagi saya, belum ada buku versi cetak yang lebih berkwalitas dibandingkan dengan ebooknya mas cosa ini.. dalam hal SEO misalnya, sangat minim sekali kita jumpai dalam versi cetak, klo pun ada, kajiannya tidak begitu mendalam dan masih sangat dasar sekali.
Enaknya klo beli versi ebook biasanya kita diberikan akses untuk berhubungan dengan penulisnya, jadi tidak sungkan2 bertanya klo kita belum paham dengan materinya. disamping itu juga sering diberi update klo ada perkembangan dan temuan baru. inilah salah satu keunggulan ebook dibanding versi cetak.
ebook ataupun book biasa, yg penting ilmunya rek. harga? boleh dipikirkan sendiri dengan ilmu yg nantinya didapat. tul ga.
Bener Banget Sob
ternyata buat ebook lebih berisiko daripada buat buku cetak ya mas, sangat mencerahkan artikelnya .. makasih
ebook mahal karena update nya seumur hidup. beda dengan buku cetakan, kalo mau dapat yang update, harus beli lagi.
Betul mas hengky,… tapi sayang sang empunya ebooknya di update 50 tahun sekali wkwkwkw. Klo Instant Internet Idea top deh,… bgtu bnyk kritik & saran (trmasuk saya juga kritik hehe…
langsung diupdate sesegera mungkin n jadi lbh canggih (pake .exe)
waduh siapa tuh yg udah berumur 50 tahun.. padahal internet baru ada 60 tahun yang lalu
betul..betul..betul… sekalian ada tambahan bonus yang berjubel…
Ebook mahal harus berbanding lurus dengan isinya yang memang betul betul mengajarkan apa saja yang belum beredar luas di internet maksud saya adalah dalam ebook yang mahal terdapat ilmu yang bukan pasaran?jadi membeli ebook tsb walawpun mahal kita puass puass..!
Kenapa saya bergabung?, e-book yang gratisan banyak yang tidak lengkap materinya, maklum yang buat juga tidak terlalu sesemangat yang bikin e-book untuk dijual. Mau itu ebook ataupun buku biasa, buat saya tidak jadi masalah karena yang terpenting isi materinya, semoga sesuai dengan harganya. PS: lagi nunggu konfirmasi dari Om cosa nih. semoga bisa cepat baca..
Ok kalau sebuah e-book dengan kualitas tinggi, patutlah di hargai lebih ( karena ada value di dalamnya ), nah yang ada sekarang ini ( kalau tidak salah, karena saya newbie
) adalah ebook dengan kualitas ala kadarnya tetapi dia menghargai e-booknya itu mahal.Ini yang membuat orang, jadi punya pikiran secara general, ebook itu mahal tapi isinya gak ada. Yang menjadi pertanyaan bagaimana membedakan suatu ebook itu berkualitas atau tidak ?
sudah pernah dibahas di beberapa artikel sebelum ini
ok mas , saya menuju tkp
mahal… kalau ilmunya berbobot dan seimbang… gak masalah mas….. tapi kalau udah mahal… isinya tong kosong…. wah…. itu bukan resiko puat si penjual…. tapi… resiko buat si pembeli….. he….
lagi nyindir joko sulistyo ya??
-_-a hohoho selalu saja neh orang
Faktor resiko diatas tidak terlalu berimbas pada financial sedangkan kalau buku yang dicetak jika tidak laku efek financialnya berefek banget karena biaya cetak yang tidak murah, masalah pembajakan saya kira dimana-mana bisa saja dibajak…
jadi kesimpulan anda apa dong?
Kesimpulan saya mirip sama komentar bengawan solo dibawah ini Mas…
mas cosa.. mo nanya, di artikel atas salah satu alasan harga ebook mahal karena resiko pembajakan. Lah, masalahnya kenapa malah gak di berikan murah mas? kan kalo murah, orang mending beli dari pada donlut bajakan
. Makasih sebelumnya 
betul betul…ehm.. sangat masuk akal…
ebook kahn tinggal copy paste saja… bisa cuma laku satu yang asli, yang lainnya di download, selesai!
bener boss.. kalo semua kayak anda.. bisa bubar bisnis online.. wakakakak..
e.. ngono…!!!!
bener!!??? (asyik aku boss!!)
he..he.. satu yang pastti adalah buat bayar komisi para affiliate
Ngambil dari kutipan Om Cosa : “Well, jika Anda masih belum bisa menerima mengapa harga ebook lebih mahal daripada harga buku cetak, cobalah untuk suatu saat menjadi pengarang ebook”
Saya : “Saya mulai mengeri bagaimana rasanya”

Mahal asal sesuai dengan value-nya, saya pasti beli.
ebook informasinya bisa diupdate
kalau buku cetak nggak bisa diupdate kalaupun bisa pasti harus beli lagi
wah nyontek komentar saya tuh..
he he aku belum baca komen situ sih
Ebook punya nilai tambah lebih dibandingkan buku biasa:
- bisa dipasarkan dengan sistem afiliasi (ada komisi untuk affilate)
- bisa dilakukan proses pembaruan informasi(update) tanpa harus beli lagi
Saya mau bikin ebook… (gak nyambung ya…
harga ebook lebih mahal karena ebook dibuat oleh benda-benda bernilai mahal….coba bayangkan, jika mesin cetak yang harganya ratusan juta rusak, yang pusing kan penerbitnya…kalau yang rusak laptop tempat kita menulis dan menyimpan semua data,bisa nangis darah kan ? hahahaha….
tepat sekali mas
ebook mahal karena semuanya _kita sendiri_ yang ngatur. jadi, di luar faktor2 lainnya, sah saja jika penulis ebook mematok harga yg mahal. makanya di paragraf terakhir aku bilang kalo masih gak terima, ya harus coba jadi penulis ebook, biar bisa ngerasain gimana rasanya ngurus semuanya sendiri, hehehe
buku murah karena sebagian prosesnya _bukan kita_ yg ngurus. TANPA NGETIK DAN NGARANG SENDIRI pun kita bisa jadi penulis buku kok. tetep dapet royalti pula
Pengin sech suatu saat panduan dasar seo 28 hari di terbitkan dalam sebuah buku yang di cetak oleh penerbit, jadi kan lebih murah harganya. Kapan Bos kirakira mo nerbitin buku seo nya? Keluar masuk Gramedia ga pernah nemuin buku seo, apalagi buku seo dari master seo cosa>? Malah yang banyak beredar buku nya Sto dan hacker hacking deelel…
Di Tunggu Bos?
gramedia sukanya nerbitin buku cepat kaya
wkwkwkwkwk….tapi bukunya JS kok gak ada di Gramedia ?
)
soalnya ebook sampah sih
sayangnya ak lom bsa bwat ebook,nie msh blajar jga ma nyari ide. .

Jd konsumen emang gmpang omong murah2in,tp kalo jd pngarangnya pasti gag mo lg blang kyak gt.soalnya dah ngalamin sendiri. . hahaha. .
kalo butuh ide bisa beli ebook Instant Internet Business Ideas mas
Baru tahu neh Kalo ebook banyak resikonya. Pantesan mahal meski gak ada ongkos produksi
Tadinya saya punya rencana bikin ebook fiksi, tapi setelah baca posting di atas saya jadi ragu. Kalau nerbitkan buku lewat penerbit sih sudah biasa, cuma tidak semua penerbit itu jujur. Royalty pun bisa dimain-mainin.
artikel di atas bukan untuk bikin ragu loh
justru sebaliknya, supaya penulis ebook tahu kira2 apa aja yg perlu dipersiapkan 
saya juga ragu2 sudah punya ebook tapi kuatir nggak laku, kenapa yaa?
buat yg butuh materi iso download langsung ke gudangnya
http://qms-center.blogspot.com
wadaww. . pada mau jualan ebook. . . ikutan bwat ajja dah. .
wah, jadi yakin mau beli ebook nya om cosa nih. ke tkp dl,..
kalo dipikir pikir sih harga ebook bisa 3 hingga 5 kali lipat dari buku biasa, jadi baru tau nih knapa ebook lebih mahal dari buku biasa
meskipun ebook mahal, tapi saya lebih suka beli ebook karena gak makan tempat & usang dimakan semut ato rayap. tinggal saya backup ke server jadi aman deh,
Ebook sangat mudah dibajak mas, malah ada yang banyak sekali menawarkan ebook gratis (sumbernya dari ebook yang bayar sebenarnya). Apa niatnya memang membantu yang mau belajar bisnis internet tp ga punya modal uang ya?
ebook mahal karena beli ebook plus konsultasi.
( pdhl saya belum pernah beli
)
ebook berisiko tinggi, tapi returnnya juga oke
High Risk High Return lah
Ikutan diskusi ya.. Menurut saya mahal atau nggak “tidak” berhubungan secara langsung dengan bagus tidaknya konten, karena bagus tidaknya konten itu relatif, yang bagus buat si A belum tentu bagus buat si B (ini seperti yang dibahas di artikel mas Cosa sebelumnya). Sebenarnya menurut saya masalah harga juga akan relatif, mahal atau murah kan tergantung. 100 ribu bisa dibilang murah bisa juga dibilang mahal, kalo misalnya dari beli buku seharga 100 ribu anda bisa memperoleh cara untuk menghasilkan uang sebesar 10 juta apa anda akan menganggap buku itu mahal? Dan hal ini berlaku baik untuk ebook maupun buku cetak.
Itu pendapat saya, CMIIW.
saya lebih tertarik dengan alinea terakhir…
ingin juga jadi penulis ebook seperti mas cosa hehe…
huff, memang e-book resiko yang paling besar adalah penyebarluasan secara ilegal melalui internet..hati-hati tuch…
alasan sebenarnya adalah karena ebook kebanyakan menawarkan penghasilan berjuta-juta per bulannya.
kalau harganya gak mahal, mana orang percaya.
kalau harganya gak mahal, nipunya dapatnya dikit-dikit, mana bisa kaya sesuai yang dijanjikan.
Kalau dikatakan bikin ebook berat semuanya juga berat, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan, karena kalau begitu, semua hal akan jadi mahal.
saya hanya mengomentari buku sampah.
tidak bermaksud menyindir bukunya mas Cossa lho. Bukunya mas Cossa bagus kok
memang benar, bahwa buku dalam bentuk ebook sangat mudah disebarluaskan atau di bajak oleh yang tidak bertanggungjawa
Masalah pembajakan memang menakutkan bagi produsen produk digital. Saya belum pernah buat ebook tapi bisa merasakan hal yang kira-kira sama karena saya jualan software. Kalau di software masih bisa diatasi *sedikit* dengan proteksi (mis. hanya bisa berjalan di komputer yg digunakan untuk register) jadi butuh skill tertentu untuk membajak. Kalau dibajak, kita ganti skema proteksi. Kalau dibajak lagi, ganti skema proteksi lagi. Ulangi hingga capek
Semoga suatu saat rekan-rekan pembuat ebook dapat menemukan ide kreatif untuk melindungi karya masing-masing.
kalau software bisa diprotek, ebook juga mestinya khan bisa nih.
Btw, bung cosa bisa share dikit nih gimana cara proteksi ebook yang sudah pernah cosa coba. dan gimana so far hasilnya?
Kalau di pikir lebih jauh, kenapa ya ebook lebh mahal dari buku? jika ilmu yang di sajikan sama, kenapa harus lebih mahal?
Bukannya dalam format ebook telah menghemat :
1. Biaya distribusi
2. Biaya penyimpanan barang
3. Resiko robek dan terkena banjir, hujan atau kebakaran pasar
4. Tidak ada biaya kertas
5. Keuntungan 100% masuk kocek, bukan hanya 30% dari royalti seperti buku cetak yang dicetak penerbit.
tapi kenapa harganya lebih mahal ya….
jujur saya agak bingung……….
Betul juga sih,bahkan penerbit buku cetak biasanya harus memberikan diskon s/d 40% pada distributor. Dan untuk royalti malah cuman berkisar 5-15% maksimal.
Tapi kalo ebooknya mas cosa sih murah,, bayar sekali, updet berkali2, kalo buku cetak updet satu materi haru beli satu buku baru
Percuma Mas dan Mbak, banyak penulis ebook kalau tujuannya nipu. Ngaku dapet puluhan juta, tapi isinya enggak lebih kaya’ bacaan Bobo. Tuh lihat siapa yang paling banyak promo banner di mana-mana. JS inisialnya. Payah…..
yang penting isi-nya berkualitas..
ebook, buku cetak itu kebanyakan terlalu banyak teori2 ga jelas,,,
cuma buat tebel2 buku aja..
ke depannya menurut saya diperlukan suatu standar untuk pembuatan e-book. Baik si pembuat maupun pembaca tidak ada yang merasa dirugikan.
kenapa e book mahal:
1. perlu keahlian khusus bikin e book, perlu proses, belum modal computernya, software nya…kalu buku cetak cuma keahlian menulis dan mengetik kan (urusan cover, design lay out, pemasaran serahin ke percetakan)
2. pemasaran e book unik n lebih sulit….means lewat media online, melalui donlot (yg hanya tinggal klik), tapi ga semua orang (orang indonesia khususnya) familiar dg itu. beda dg buku yg bisa dipajang di rak rak buku.
3. e book ga ada label ato dipasangin undang undang hak cipta (d indonesia malah lum jelas undang undangnya kali ya hehe) layaknya buku cetak yang d terbitkan oleh perusahaan percetakan yang notabene kebanyakan sudah berbadan hukum. Meski buku cetak masih bisa d coppy, orang lebih cenderung takut jika suatu saat misalnya berurusan dg perusahaan yg berbadan hukum seandainya terbukti mencuri hak cipta. jadi e book rawan pembajakan.
4. membangun trush promosi sebuah e book lebih sulit bila di banding sebuah buku cetak….e book yang kelewat murah dikira isinya ecek-ecek….kelewat mahal bikin males beli (gitu kan kira-kira)hehe : )
Sekedar Tambahan dari sang EBOOKMAKER:
1. Jaga sikap yang baik disetiap Forum (sudahkah?) yg anda ikuti. Jangan sekali-kali bikin komentar bernada miring, walaupun mayoritas audiens forum berhaluan “kiri” ketika sedang membahas sesuatu hal.
Suatu waktu anda bakal kena “karma”-nya, dengan di-”adili” oleh publik forum.
2. Tidak membuat “nama klonengan” dalam membuat pernyataan sikap baik negatif or kebalikannya. Lebih baik nama asli, karena nama asli lebih dihormati oleh publik ketimbang nama alias (klonenganwati).
3. Buatlah situs (udah kalee…!) yang membackup segala sepak terjang anda (yg positif
) dengan menyajikan artikel2 manajemen, tips atau yang bermanfaat dan mencerahkan bagi publik (terutama calon pembeli ebook anda…
Bisnis Percetakan INDONESIA
jadi alasan itu semua yang menyebabkan ebook lebih mahal dari produk buku offline.
[...] jika Anda sempat membaca artikel saya mengenai mengapa harga ebook lebih mahal daripada buku cetak, maka salah satu poin resiko yang saya sebutkan adalah Resiko Pendiskreditan Reputasi. Perhatikan [...]
1. Buku kurang menghargai lingkungan. Berapa banyak pohon yang di tebang untuk menerbitkan buku?
2. Buku di kirim dengan transportasi yang menghabiskan BBM, makin habis aja tuh, BBM.
3. Siapa pun dan di mana pun bisa menuliskan ebook. Tidak perlu penerbit.
Go Ebook!!!
oooo…jadi itu ya mas penyebabnya..kirain biar untungnya gedhe, makanya harganya mahalll..harus tetep positif thinking nih…
emang repot mas cosa.. bener-bener itulah kenapa harga ebook lebih mahal dari book hehehee