Sukses Bisnis Affiliasi Rahasia Sukses Clickbank VKios Pasang Iklan Di Sini Pasang Iklan Di Sini

Monetisasi Masa Depan – Bagian 1

Oleh | Publikasi: November 8, 2011 11:10 am
Panduan 28 Hari Menguasai SEO

Yang menarik dari dunia bisnis internet adalah, selain kita punya banyak opsi jenis bisnis apa yang ingin kita dalami, kita juga bebas menentukan kapan tepatnya bisnis tersebut ingin kita lakukan. Contoh yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan fitur penjadwalan iklan yang disediakan oleh banyak jaringan iklan, seperti Google Adwords misalnya. Dengan menggunakan fasilitas ini, tanpa perlu standby di depan komputer pada hari H pun dompet kita tetap bisa menggelembung. Kalau iklannya sukses tentu saja :)

Namun kali ini saya tidak bicara tentang penjadwalan iklan dan promosi. Melainkan konten untuk ‘masa depan’. Seperti apa itu?

Umumnya, ada dua jenis konten, yaitu konten yang time sensitive alias hanya populer pada waktu-waktu tertentu saja; serta konten yang ‘abadi’ alias tidak mengenal waktu, kapan saja ada yang mencari. Nah, untuk jenis pertama, yang banyak didalami adalah konten-konten bertema berita, yang biasanya hanya nge-tren pada saat kejadian tersebut berlangsung (dan beberapa hari sesudahnya). Setelah itu? END.

Alhasil, banyak rekan pebisnis internet, terutama yang bermain di ranah blog berita, harus terus-menerus updet konten agar tidak kehilangan trafik. Capek, kan? Saya saja tahun lalu akhirnya memutuskan untuk melepas salah satu blog saya yang udah menghasilkan puluhan (mungkin bahkan ratusan) ribu dolar gara-gara kewajiban ‘continuous update‘-nya yang tidak sejalan dengan prinsip kerja cerdas yang ingin saya jalankan.

Untungnya itu bukan keputusan yang salah  :newyear

Kali ini, saya ingin mencoba mengenalkan (yang sudah kenal silahkan minggir ya  :ngacir:) jenis konten yang belum banyak terjamah, yaitu recurring trend content atau bahasa Jawa-nya, konten yang berulangkali populer pada saat-saat tertentu. Perhatikan yang dicetak tebal ya.

Perbedaan time-sensitive trend dengan recurring trend adalah, pada konten jenis time-sensitive, popularitas hanya terjadi pada waktu dan tanggal yang spesifik. Misalnya pada tanggal 11/11/11. Atau 19/04/10. Sedangkan pada konten jenis recurring, popularitas terjadi pada waktu dan tanggal tertentu di setiap tahun. Artinya, trendnya akan berulang di tiap tahun. Misalnya pada hari Valentine atau 14 Februari. Atau 17 Agustus.

Dengan menganalisa dan mempelajari tema apa saja yang popularitasnya terjadi berulang kali tiap tahunnya, maka kita bisa membuat konten yang sifatnya semi abadi – meski tidak populer sepanjang tahun, tapi akan selalu menghasilkan tiap tahunnya.

Contoh Trafik Situs Recurring Trend

Contoh Trafik Situs Recurring Trend

Gambar trafik di atas adalah contoh salah satu situs saya yang menggunakan konsep konten recurring trend. Perhatikan pada hari biasa trafiknya hampir tidak ada sama sekali, namun begitu masuk ke hari H, trafik langsung melonjak drastis. Di atas 10,000 pengunjung tuh  :Yb

Lalu apa keuntungan dari membuat konten jenis ini?

Lah ya jelas toh, sama dengan eternal content. Setelah konten jadi, Anda tinggal fokus saja pada optimasi dari sisi off-page. Kalau pun harus di-update, ya cukup seperlunya saja. Tidak seperti time-sensitive content, yang setia setiap saat senantiasa harus diperbarui. Dan apabila sukses alias optimasinya sudah berjalan dengan baik dan benar, maka dapat dipastikan mengalirnya receh ke kantung Anda pada tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang  :cendols Xlangkah lebih maju deh :o

Itu sebabnya tehnik ini saya masukkan ke seri artikel Monetisasi Masa Depan.

Beberapa contoh topik yang masuk dalam kategori konten popularitas berulang di antaranya:

  • Ide kado untuk hari Valentine (secara umum)
  • Resep masakan hari Natal
  • Kumpulan lagu kemerdekaan

Sebagai penutup, berikut ini rekap dari jenis-jenis konten jika dilihat dari segi popularitasnya beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing (relatif berdasarkan jenis lainnya). Selamat menikmati  :lapar

Jenis Konten Dan Perbandingannya

Jenis Konten Dan Perbandingannya

 

       
   

Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.

peluang bisnis online jangka pendek dan jangka panjang

29 Responses to “Monetisasi Masa Depan – Bagian 1”

  1. yudi says:

    kayaknya pertamax ni (komen model jadul) :Peace:

    berarti kalo ngincer yang recurring harus nandain kalender nih, nyatet even2 penting tiap tahun, nais inpoh mas :thumbup:

    • Cosa Aranda says:

      udah sepi gan di sini, gampang pertamaxnya :D

      yup, ambil yg hari-hari besar aja biar gampang. trus tinggal dicari tema yg sekiranya berhubungan dengan itu dan kemungkinan besar akan terus dicari dari tahun ke tahun.

      Intinya, kerja sekali hasilnya bertahun2 :cendols

  2. bener banget nih mas..
    sangat menginspirasi saya nih..

    Thanks..
    Btw mas cosa temene polenk ya?

  3. afrid says:

    bentar lagi natal nih,
    bentar lagi bulan desember banyak keyword : Lagu Natal Korea, Lagu Lagu Natal,

    he he…, gitu y mas. :kr

    • Cosa Aranda says:

      yup. dan sekali keywordnya nancep, natal tahun2 depan dah gak perlu repot lagi, dah tinggal nikmatin earningnya, hehehehe

      • afrid says:

        ya tergantung jg sih om cosa,

        kan Justin Bieber bikin lagu natal baru, SNSD bikin yg baru jg, Super Junior, Coldplay, 4Minute, OwlCity, After School, KaT-Tun, and boyband n girlbands smua bikin baru,

        brarti keyword natal-nya mesti baru lagi donk :mewek

        • Cosa Aranda says:

          nah kalo yg berkaitan dengan album artis itu dah termasuk yg time-sensitive, kan popularitas lagu tersebut gak bertahan lama (ada durasinya). beda dengan lagu-lagu natal yg umum, sampai kapan aja juga dicari. lagipula perasaan tuh album natal artis luar lagunya juga itu2 aja deh, jarang ada yg lagu baru :)

          kalo korea kurang tau yah, gak ngikutin lagu2 korea :)

  4. Ardian says:

    waaah, mesti mas Cosa klo bikin artikel langsung bikin pikiran kebuka :D aku masih ngincer yang time-sensitive nih, udah waktunya pindah haluan ke eternal ama recurring brarti.

    Tapi klo yang eternal kan pesaingnya banyak mas, nah itu klo on page udah bagus tinggal hajar backlink sebanyak2nya ya?

    • Cosa Aranda says:

      yah kan bisa difilter dengan tool2 analisa keyword untuk cari keyword eternal yg pesaingnya belum banyak. pasti ada kok :)

      untuk seo, yap, kalo on-page dah beres, selanjutnya tinggal off-page. nanti kalo seri artikel ini beres (ada 3 bagian rencananya), aku bahas ulang soal seo :)

  5. darknight says:

    Comment lagi ah di sini meski udah ga kebagian Pertamax :D Oh blog ponsel itu akhirnya jadi dijual ya? Untung dijualnya sebelum panda ngamuk ya jd traffic masih bagus, nice decision!

    Btw makasih inspirasinya ya, jadi inget mulai harus buat artikel seasonal lagi :D

  6. Setuju dengan pendapatnya ..
    emang kalau kita sering update terus capek dah ..

    Ohh iya mas,,
    saya kan baru belajar ngeblog nih ..
    jadi kalau saya sering update postinga gpp kan?
    sekedar mencari pengalaman …

    maksih ats infonya ..
    salam kenal :thanks2

    • Cosa Aranda says:

      gpp. sebetulnya bikin yg time-sensitive jg gak masalah kok. terutama buat latihan nulis. yg penting ntar dikit2 bikin juga yg eternal ato recurring, supaya bisa bergeser dari ‘kerja keras’ ke ‘kerja cerdas’ :)

  7. IkazNarsis says:

    kemana aja mas?? hehe..

    mantep juga nih pembahasannya, bisa juga di jadikan tiap bulan, jadi punya 12 blog untuk tiap bulan yang punya hari besar, jadi tiap bulan tetap masuk kantong,..

    keuren..

  8. trisna says:

    Untuk sekarang ini saya masih fokus utk dua blog aja, satu utk time sensitive articles n yg satunya lagi utk eternal articles, klo yang utk recurring articles masih di ikutin blog ke dua (eternal), emang energinya lebih banyak yg ke time sensitive blog sie, tp daripada nganggur ya nikmati aja :kr

  9. wah wah.. ini yang saya cari mastah cosa.. keyword abadi; kalo lirik lagu ataupun pdf file termasuk yang keyword abadi juga mastah?

    • Cosa Aranda says:

      untuk keyword utama sih iya, tapi jangan lupa kalo untuk dua topik tersebut perbandingan yang mencari menggunakan keyword utama dengan keyword long tail kecil banget. Lebih banyak yg mencari pake long tail. Misal:

      lirik lagu [nama penyanyi] [judul lagu]

      apalagi untuk lagu umum belum tentu populer selamanya. jadi bisa masuk ke eternal, bisa juga time-sensitive.

      ngomong2 kalo yg “Best smartphone 2012″ dah bagus tuh keywordnya. kebetulan itu nanti materi bahasan buat artikel Monetisasi Masa Depan yg bagian kedua, hehehe.

  10. [...] bagian pertama lalu, kita sudah membahas mengenai macam-macam konten jika ditinjau dari sisi popularitasnya, yaitu [...]

  11. jobel says:

    wah ane belum kepikiran yang ginian… yang penting blogging :kr

  12. [...] adalah bagian penutup dari seri artikel Monetisasi Masa Depan. Di bagian pertama lalu kita sudah membahas mengenai recurring trend content, sedangkan di bagian kedua ada future [...]

  13. wah iye Om bener banget, kaya musim2 skrng neh bulan puasa.
    tar abis lebaran udeh normal lagi. ^_^

  14. ide yang jitu bos…klu gitu blognya musiman dunk ya…
    klu ane pilih yang permanen aja, tak apa harus tiap hari update yang penting duit berjalan juga

Leave a Reply

PENTING: Saya menghargai apapun komentar Anda mengenai artikel saya. Tapi saya sangat TIDAK menghargai apabila Anda melakukan SPAM atau menyertakan URL ke situs yang tidak berhubungan di dalam form komentar.

[+] kaskus emoticons nartzco

Topik yang berhubungan dengan artikel "Monetisasi Masa Depan – Bagian 1": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)

1 | Panorama Theme by Themocracy