Tips Optimasi Blog WordPress
Meski populer sebagai mesin blog yang handal dan mudah digunakan, WordPress juga terkenal sebagai CMS yang boros sumber daya server. Untuk pemakaian normal memang tidak terlalu kentara, tapi apabila situs kita sudah dikunjungi oleh ribuan visitor, mulai deh ketahuan belangnya. Selain bisa berujung pada suspend oleh pihak hosting, seperti yang beberapa kali saya alami bersama dengan HostGator, juga terkadang tanpa disadari, kurang lugasnya performance blog dapat mengakibatkan jumlah pengunjung tidak maksimal. Artinya, ada sebagian pengunjung yang datang namun tidak bisa menikmati isi blog kita dengan baik dikarenakan ada masalah dengan pembebanan server tersebut. Rugi, kan?
Lima Tips Umum Optimasi Blog WordPress
Berikut ini beberapa tips umum yang dapat Anda lakukan untuk mengoptimasi blog WordPress Anda:
- Install plugin manajemen cache. Plugin-plugin seperti ini dapat mengurangi beban server secara drastis karena halaman-halaman maupun ‘perintah-perintah’ yang sering atau sudah pernah dikerjakan mereka simpan, sehingga apabila halaman yang sama (atau perintah yang sama) dibutuhkan, yang ditampilkan adalah halaman yang sudah disimpan sebelumnya. Plugin yang saya rekomendasikan di sini adalah W3 Total Cache.
- Apabila blog Anda cukup ramai lalu lintas diskusinya, gunakan layanan manajemen diskusi pihak ketiga. Apabila sebuah halaman artikel ditampilkan, masing-masing komentar yang ada akan memakan resource server tersendiri. Artinya, semakin banyak komentar, semakin banyak beban server yang digunakan. Penggunaan layanan pihak ketiga akan menghilangkan beban server tersebut. Layanan yang saya rekomendasikan di sini adalah Intense Debate.
- Alternatif solusi untuk poin kedua adalah mengatur setting WordPress di bagian Settings – Discussion agar opsi Break comments into pages aktif. Untuk jumlah komentar per halaman, meski defaultnya adalah 50, saya sarankan untuk mengubahnya menjadi 20 komentar per artikel.
- Lakukan optimasi database secara rutin. Anda bisa melakukannya secara manual melalui CPanel – PHPMyAdmin, atau dengan menggunakan plugin.
- Hindari menggunakan plugin yang banyak mengakses database. Plugin jenis ini biasanya berhubungan dengan artikel atau komentar blog Anda. Sebagai contoh, plugin related post, popularity contest, dan sebagainya. Cara untuk mengetahui apakah suatu plugin banyak menghabiskan beban server atau tidak dapat dilihat di bawah ini.
Cara Mengetahui Beban Server Blog WordPress
Cara yang paling mudah adalah dengan mengecek penggunaan CPU dan resource server melalui akun cPanel hosting kita. Namun cara ini kurang efektif karena tergantung pada jumlah pengunjung yang datang pada saat Anda melakukan pengecekan. Untuk cara yang lebih akurat, tambahkan kode berikut ini di bagian footer blog Anda, pada template Footer, tepat sebelum </body>.
<?php echo get_num_queries(); ?> queries
Dengan baris kode di atas, sekarang Anda bisa melihat jumlah query database yang terjadi di setiap halaman blog WordPress Anda. Tentu saja, semakin sedikit jumlahnya, semakin baik efeknya terhadap performance server. Jadi, cobalah untuk mengusahakan agar jumlah query yang terjadi tidak lebih dari 50 per halaman. Atau sekitar itu lah
Berikut ini langkah-langkah untuk mengetahui pengaruh suatu plugin terhadap beban server:
- Buka blog Anda dan perhatikan jumlah query yang ada di halaman depan dan di halaman artikel.
- Aktifkan plugin, atur sesuai dengan kebutuhan kita.
- Buka kembali blog Anda dan bandingkan jumlah query yang ada di halaman depan dan di halaman artikel dengan jumlah query sebelum plugin diaktifkan. Selisihnya adalah perkiraan jumlah query yang digunakan oleh plugin tersebut. Plugin yang tidak membebani server biasanya hanya menggunakan kurang dari 5 query saja.
Oh ya, apabila sudah tidak butuhkan, Anda bisa menghapus kembali baris kode di atas. Atau mengubahnya menjadi baris kode berikut ini agar informasinya tidak tampil ke layar, namun tetap ada di dalam source code halaman blog Anda.
<!-- <?php echo get_num_queries(); ?> queries -->
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba
Artikel yang berhubungan:
Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.
119 Responses to “Tips Optimasi Blog WordPress”
Leave a Reply
Topik yang berhubungan dengan artikel "Tips Optimasi Blog WordPress": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)












Mas Cosa,
Settingan w3 total cache atau super cache ataupun db cache atau cache2 yang lain itu settingan cachenya diseting berapa jam atau berapa hari mas kalau untuk pengguna CA-autocontent?
Apakah w3 total cache atau super cache ataupun db cache reloaded berdiri sendiri atau terpisah dengan settingan cachenya plugin CA-Autoconten yg didapat dari simplepi?
Apakah konsep menyimpan cache berhari-hari /berlama2 itu memang masih dibutuhkan untuk ca-autoconten? Saya penasaran karena ada master yang lain (jev*****com) pakai auto content (teknik berbeda dengan kita) tapi tidak menyimpan cache nya berhari-hari, malah ga disimpan karena tidak pakai simple pi tapi hasil searchnya tetap di biarkan terindex.
Oh iya, apa betul bakalan kena banned kalau disetting dibawah 24 jam di ca autocontent/simplepi?
Tambahan informasi mas, kalau disimpan berhari2 sesuai setingan plugin default CA, semua share hosting yang ada didunia ini tidak akan pernah mampu melayaninya, pasti akan selalu kelebihan di inode-nya, walaupun inode sudah disetting 1 juta.
Mohon tanggapannya mas
di ebook kan udah ada mas, recommended settingnya berapa. masalah server juga udah dikasih head up, butuh yg powerful
kalo di setting < 24 jam ato gak disimpen di cache sih bisa aja, tapi _lebih rawan_ dianggap spam oleh google. aku gak bilang kalo _pasti_ akan dibanned, tapi kan lebih baik berhati2, hehehe.
untuk hosting, emang sebaiknya gak pake yg shared. coba cari vps / ds dengn ram minimal 1gb
Bagaimana dengan pertanyaan yang paragraf kedua pada pertanyaan diatas mas?
Apakah plugin cache2 yang betebaran itu settingan “time” nya HARUS ngikuti atau SAMA DENGAN settingan plugin ca/simplepi atau masing boleh berbeda, misal plugin cache2an disetting 5 menit sesuai defaultnya, plugin ca dibiarkan default juga.
ATau
plugin cache2an itu harus disamakan settingan time-nya dengan plugin ca?
Mohon penjelasannya mas
gak perlu, disetting sendiri2 aja sesuai kebutuhan, gak perlu disamakan
om je***** dah pindahan looh
makasih mas tips,
tak coba langsung
Thank’s buat infonya ! , sukses selalu !
Ohm Cosa ,, mau tanya apa kah plugin bstat sekarang udah gak support wp 3.0 ke atas ??
coz setelah saya upgrade dari wp 9.2 ke wp 3.01 … query2 yg ditampilkan bstat udah gak muncul lagi …. tolong penjelasanya. tengkiyu
terakhir coba di 3.0 sih bisa, gak tau kalo yg 3.01. lebih baik sekalian pindah ke STT2 aja, lebih enteng ketimbang bstat
Thanks infonya…pantesan loading blog saya berat euy…
Mas, kalo pake WP Super Cache recomend ndak ?
soalnya baru nyobain ngeblog …
boleh, tapi lebih bagus w3 total cache
terkadang kalo emang blog kita belum banyak pengunjungnya, pake w3 total cache suka malah ngeberatin yah?
bukan ngeberatin, tapi menuhin space (maklum space minimalis he he )
tks
mas cossa, mw tanya ni.. apa hosting kita pengaruh jga? soalnya, sy pernah buka salah satu blog yg cukup terkenal, dgn koment yg smpai ratusan, lodingnya bgus2 aja tuh..
jelas lah, kan kunci utamanya adalah resource server hosting ybs (processor, ram, dsb). kalo servernya powerful, dedicated core 2 duo dengan ram 8gb misalnya, ya enteng2 aja mau dikunjungi dan dikomentari banyak orang. tapi kalo dishared hosting bisa jadi masalah karena resourcenya terbatas
Ohm Cozaa, ada pertanyaan lagi nih … kalo kita membuat sebuah artikel tapi dimasukkan dalam 2 kategori yang berbeda, apakah itu bisa dianggap sebagai duplicate content sama paman google ??
Misalnya saya membuat artikel yang berjudul “Cara Mengganti Template Blog WordPress”,, terus artikel itu saya masukkan dalam dua kategori “Bisnis Internet” sama “Belajar Ngeblog” ….
Oke itu dulu dan terima kasih banyak atas jawabannya.
salam
ya, tapi gak usah terlalu dipikirkan. google otomatis akan menentukan sendiri artikel mana yg ori, mana yg duplikat. untuk yg (dianggap) duplikat juga gak akan kena penalti kok (selain posisinya di serp).
[...] Atas Awan By Cosa Aranda, August 13, 2010 1:58 pm GD Star Ratingloading…Pada artikel optimasi blog WordPress beberapa waktu lalu, salah satu tips yang saya sarankan adalah menggunakan plugin W3 Total Cache. [...]
Mas jadi bagusan mana Joomla, WordPress, atau Drupal, saya bingung mo pilih mana??
trus kan hostgator itu unlimted bandwith kan mas?? jadi bisa dipake sepuasnya dong??kok malah di suspend
btw mas pake hostingan apa sih?? hehehehe sori banyak nanya nubie sih

mantap ni infonya, mksh atas infonya
mantap gan …. kebetulan juga lagi cari artikel w3
jempol dua kang, selamat lebaran. sampai ketemu lebaran mendatang
OM KLO beli ebooknya om cosa lengkap ga panduannya.?dari optimalisasi hosting samapai dengan search engine?
Maaf, numpang nanya. Saya punya blog dengan rata2 pageview 10k – 20 k. Waktu menggunakan plugin W3 total cache ternyata banyak error yang disebabkan plugin conflict dengan STT2. Setelah saya ganti dengan WP Super cache+db cache reloadeed kok tidak masalah. Apakah rekan lain mengalaminya ?
errornya apa mas? aku belum pernah ngalamin, mungkin karena aku pake CDN juga untuk W3-nya
nis salah satunya bang :
WordPress database error You have an error in your SQL syntax; check the manual that corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near ‘ORDER BY `meta_count` DESC LIMIT 11′ at line 1 for query SELECT `meta_value`,`meta_count` FROM `wp_stt2_meta` WHERE `post_id` = ORDER BY `meta_count` DESC LIMIT 11; made by do_action_ref_array, call_user_func_array, ma_post, ma_rsspost, ma_insertpost, wp_insert_post, do_action, call_user_func_array, yarpp_save_cache, yarpp_cache_enforce, yarpp_cache_keywords, post_body_keywords, apply_filters_if_white, call_user_func_array, pk_stt2_admin_content_filter, stt_terms_list, pk_stt2_db_get_search_terms, W3_Db->query
plugin yarpp sudah saya ganti dengan contextual RP, ternyata ,masih error juga. Mau ganti STT2 sayang banget. Kemudian w3 total cache yang saya ganti jadi aman deh….
mas saya mw tanya…di dashboard salah 1 site saya ada tulisan diatasnya wordpress update failed…apa itu berpengaruh ke site saya?karna site ini susah bgt contentnya terindex di mbah google…thanks buat tips nya
makasih tips optimansi WPnya mas…
nyoba dulu ah…………..
Makasih sekali infoya
Aduh..makin banyak baca koq makin bingung yach..Optimasi WP..spt ribet juga..

Artikelnya mas cossa mantap, saya belajar banyak dari sini. thanks atas ilmunya
mantap……. ! yang instal plugin pertama mngkin yag saya cari selama ini, karena server saya sering down,, trima kasih atips nya………
Mas, ane belum jelas penggunaan “jumlah query database”,gimana mengoptimalkannya?
Ow, ternyata w3 total chace yang lebih bagus sepertinya, saya mau berpindah haluan ah ikut om Cosa. Terimakasih ya Om atas ilmunya…
oh begitu ya….. wordpress memang perlu banyak dipejari
artikel yang bermanfaat gan,ane jadi tambah ilmu nih,makasih banyak ya
Apa valid html dan ccs juga berpengaruh. Karena saya pake template yang valid html dan ccs. Tapi pas pasang plugin malah terjadi error
makasih mas sharenya, dengan optimasi wordpress jadi membatu server juga supaya tidak ngos-ngosan
wah yang comment disini pada expert semua nih, tapi boleh juga buat tambah-tambah ilmu, eh mhon maaf mas sdh ikut nimbrung di forum ini, saya orang yang tidak tahu malu newbie kaya saya berani masuk ke forum ini. sebelumnya mhn maaf mas cosaranda dan terimakasih ats sharing ilmunya.
Mantap mas, sy baru install wp total cache ketemu error.Rada panik juga tp sy ingat masuk cpanel ke forder plugins lalu saya delete aja satu folder.alhamdulilah normal kembali.
Barangkali ada tips ga mas agar wp ndak error kl install plugin.maklum newbie.
Tresna