Sukses Bisnis Affiliasi Rahasia Sukses Clickbank VKios Pasang Iklan Di Sini Pasang Iklan Di Sini

Work Hard vs Work Smart

Oleh | Publikasi: November 6, 2009 6:34 am
Panduan 28 Hari Menguasai SEO

Sudah membaca artikel saya di sebelah mengenai Cara Menghitung Nilai Jual Anda, kan? Artikel tersebut menunjukkan, bahwa pada bisnis internet, it’s not about how hard you work. Lha wong salah satu alasan Anda memilih bekerja di dunia maya pasti karena ingin punya banyak waktu luang untuk diri sendiri maupun untuk keluarga kok. Terus apa gunanya kalau setiap hari Anda standby di depan laptop 16 jam sehari (yang 8 jam sisanya untuk tidur, hehehe). Bisnis internet adalah tentang how smart you work karena faktanya memang banyak sekali yang bisa menggantikan kerja Anda dalam mengurusi segala bisnis internet yang bisa Anda jalani. Gak perlu repot lagi, kan?

Nah, pembahasan kali ini, karena ada hubungannya dengan hard dan smart, maka tidak akan saya sampaikan dalam bentuk verbal. Melainkan dalam bentuk visual alias gambar. Pelajari baik-baik rangkaian gambar yang saya sajikan di bawah ini (ada bocorannya sedikit kok) dan setelah itu coba simpulkan (di bagian komentar) apa inti sebenarnya dari konsep work hard dalam dunia bisnis internet ini.

Yuk, mulai.

Perbandingan Antara Konsep Work Hard Dengan Work Smart

Perbandingan Antara Konsep Work Hard Dengan Work Smart

Transformasi Dari Konsep Work Hard ke Work Smart

Transformasi Dari Konsep Work Hard ke Work Smart

Yang Seharusnya Anda Pelajari Selama Menjalankan Konsep Work Hard

Yang Seharusnya Anda Pelajari Selama Menjalankan Konsep Work Hard

Strategi Work Smart

Strategi Work Smart

Jangan lupa share pendapat Anda melalui form komentar di bawah ini ya. TIGA ORANG dengan jawaban yang paling tepat (menurut saya) akan mendapat hadiah berupa voucher dari PanduanDasar.Com :)

       
   

Ingin mendapatkan updet terbaru CosaAranda.Com lebih dahulu dari yang lain? Daftarkan saja diri Anda di feed CosaAranda.Com, atau follow @CosaAranda2010. Jangan lupa, kunjungi situs saya yang lain, PanduanDasar.Com, untuk tips, trik, dan tutorial seputar bisnis internet yang lebih advanced.

peluang bisnis online jangka pendek dan jangka panjang

70 Responses to “Work Hard vs Work Smart”

  1. HariS says:

    Comen dulu baca kemudian…

    • HariS says:

      Udah baca mencoba memahami dan berkomentar :D
      Kalo menurut saya bisnis apapun itu tidak terbatas bisnis Internet saja tapi untuk bisnis offline pun berlaku.
      Kalau anda ingin menjadi orang yang benar – benar sukses, maka haruslah diawali dan dipondasi dengan Kerja Keras, dengan bekerja keras anda akan memahami dan mengerti semuanya baik teori sistem dan strateginya. Dan dengan berbekal pengetahuan yang mendalam tentang teori, sistem dan strateginya maka anda akan dengan mudah melakukan apa itu yang dinamakan Work Smart.

    • dj master says:

      kedua kalimat diatas serupa tapi tak sama, tapi tujuan sama dengan.pusing ngga dengan komentnya dj? :(

  2. Metode Baru says:

    Menurut saya, Didalam Work Smart Juga Terdapat Work Hard.
    Untuk dapat Bekerja Secara SMART dibutuhkan Kerja KERAS.

    Dulu para Ilmuan saling Work Hard untuk dapat menciptakan Karya Penemuannya itu, dan kita sekarang bisa WORK SMART memanfaatkan hasil karya para penemu tsbt.

    Untuk menjadi seorang yang SMART, anda harus menggosok keterampilan yang memerlukan kerja keras.

    Banyak orang ingin mendapatkan hasil yang besar tetapi mereka tidak melakukan apa-apa. Jika Anda ingin pintar bekerja, Anda harus bekerja lebih efektif dan efisien.

  3. baca dulu,masih belum bgt mudeng.ngertinya cuma smart work lbh dianjurkan drpda hard work soalnya efisiensi kurang lbh sama n gag membuang bnyag waktu at0 tenaga. . :D

  4. eh,penulisannya salah. . tambhan
    work smart it ya salah satu variasi work hard yang dpadukan ma cra brpkr manusia seperti strategi atau yang lainny sehingga lbh efisien digunakan daripada yang sebelumnya (work hard)

  5. darknight says:

    Wah replynya pada panjang2 ya :)
    Ok, inilah pendapat saya:
    Awali dengan kerja keras lalu dan kita akan mendapatkan pola kerja cermat, karena kerja keras dapat memberikan manfaat2:
    1. Kita jadi tahu bagaimana pola worksmart dan sistem yang bekerja untuk kita, paling kita sukai dan menghasilkan profit paling OK :)
    2. Kita dapat guide gratis bagaimana outsourcing dengan baik. Kuncinya: Replace yourself!
    3. Kita dapet etos kerja Work hard. Jujur kebawa ampe sekarang nih, tapi sangat berguna, terutama kalau saat kita lagi memulai langkah untuk menaruh telor di karanjang laen :D Pengennya kerja keras supaya terbayar hasilnya, hehehe..

  6. Pertama: kunci dari smart work (atau work smart?) adalah mendayagunakan daya ungkit, salah satunya modal. Jika kita bisa mendayagunakan modal dengan baik, maka kerja dan waktu akan lebih sedikit.

    Kedua: Smart work (atau work smart?) diawali dari proses kerja keras. kemudian memahami sistem terbaik dalam menjalan bisnis internet, lalu fokus pada sistem tersebut.

    Ketiga: Yang dimaksud sistem terbaik itu adalah sistem dengan penggunaan dana yang efisien dan efektif. Ditambah dengan daya ungkit modal yang diimplementasikan dalam outsourcing, maka inilah yang disebut smart work (atau work smart?). Kerja sedikit, hasil malah berlipat.

    By the way, mas Cosa sepertinya sudah faham konsep Revolusi Waktu.

  7. sariful says:

    Work Hard vs Work Smart, pilih yang smart aja dech… :)

  8. kakday says:

    menurut ane,
    smart work tidak datang begitu saja kalo blm paham apa kerjaannya, maen bisnis online kl blm ngerti apa dan bagaimana pasti jg hard work dulu untuk mencari tau all about bisnis online.
    kecuali emang orang’e jenius langsung tau selah dan celah dia pasti pilih smart work. google lwt adsense nya ga secepat itu dia bikin, krn dia pemain lama, lama(pengalaman) ini yg mengantar ke smart work.
    regards..

  9. 16 jam sehari? gue banget.. wah cosa nih buka2 kartu aja..

  10. ha ha haaaa … iyaa sich bener … terjun online supaya bisa beralih ke pekerjaan yang lebih ringan … lha kuk malah kerja keras :D … tapi untuk mebangunkan memang butuh kerja keras Mz. Apalagi pemula … harus belajar dan berpikir lebih keras … untuk menuju work smart … mungkin posisinya beda klu sudah kayak Mz Coza …

  11. pensiun kaya says:

    ikut berkomentar…
    perbedaan work hard dengan work smart berawal dari modal,dengan ketersediaan modal yang cukup maka waktu dan kerja menjadi semakin minimal.
    work smarter mengedepankan efisiensi modal, sementara work harder mengutamakan keuletan bekerja yang tentunya memakan banyak waktu.
    namun work hard merupakan jembatan menuju work smart. konkretnya, work smart pada awalnya membutuhkan work hard. contohnya: saya membeli domain sebgai awal bisnis online dari hasil work hard sebagai paid reviewer dulu.
    supaya bisa beralih ke work smart diperlukan pemahaman yang baik akan sistem kerja, yaitu efisiensi modal dan efektivitas sistem. strateginya kita bisa outsorcing tentunya dengan modal yang cukup. contoh: sekarang ini saya membayar orang untuk membuat paid review, sehingga tugas saya tinggal submit artikelnya saja, sambil optimasi domain yang baru dibeli. ke depannya optimasi domain juga akan memanfaatkan keahlian orang lain, tentunya kalo modalnya sudah dirasa cukup.
    kesimpulan: work smart dimulai dengan modal yang cukup dan belajar dari work hard dengan memahami sistem yang efektif dan efisien..(panjang juga akhirnya 🙂
    salam sukses mas Cosa

  12. inti dari work smart adalah mengenal dan mengerti sistem otomatisasi.
    jaman dulu, hanya sedikit orang yang ngerti soal sistem otomatis, dan orang lebih percaya terhadap kemampuan diri sendiri, karena status sosial yang membuat mereka seperti itu.

    sekarang, dengan work smart dan sistem otomatis, orang lebih santai kerja, dan bisa menghasilkan lebih banyak uang dengan lebih sedikit waktu.

    contohnya Internet Marketer yang menjalankan internet marketing smart dan otomatis. Sistem yang bekerja, bukan orang.
    Sama seperti cerita tentang penjual air, yang satu menjual dengan menggunakan ember, dan yang satu membangun jaringan pipa sehingga air bisa mengalir kemana saja tanpa harus dibawa dengan ember..

    betul?

  13. metroman says:

    semua berawal dari work hard.
    semakin hard kita bekerja semakin smart kita dalam menyelesaikan pekerjaan. kalo di bisnis internet berarti kita akan semakin smart dlm mengelola bisnis kita. tdk hanya itu, kita juga akan semakin smart dlm menemukan metoda2 baru utk menambah online earning kita. :)

  14. Menurut saya awalnya adalah hard work endingnya adalah smart work logikanya dengan melakukan hard work maka akan menghasilkan penemuan penemuan dan peningkatan ilmu pengetahuan di bidang apapun dalam hal ini adalah bisnis online..

  15. intinya adalah modal,tanpa modal sekeras dan secerdas apapun hasilnya ya cuma keras dan cerdas aja.
    modal gede tentu bisa kerja santai dan hasilnya gede.
    gak punya modal paling paling jadi kuli he he :)

  16. uyung says:

    Alkisah di negeri Tiongkok hidup seorang guru kungfu yang sudah sangat tua. Ia mempunyai dua murid yang masing-masing memiliki tingkat keseriusan, semangat, dan keuletan belajar kungfu yang sama. Untuk mewariskan perguruannya, ia harus memilih yang terbaik dari keduanya. Pertandingan di antara mereka pun dilakukan. Namun, beberapa kali adu kekuatan selalu berakhir dengan seimbang. Mereka ternyata mampu menyerap ilmu yang sama dari si guru kungfu. Selain itu, keduanya juga sering berlatih bersama-sama sehingga masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain. Suatu tengah malam, guru tersebut memanggil kedua muridnya dan memberi mereka tugas, “Besok pagi kalian pergilah ke hutan mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah yang keluar sebagai pemenang.” Sambil menarik napas panjang sang guru memerhatikan kedua muridnya yang sedang mendengarkan dengan serius kemudian ia melanjutkan, “Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore.” Kemudian guru tersebut mengambil sesuatu dari bawah meja dan berkata, “Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?” Karena merasa tugas yang diembankan kepada mereka mudah, mereka pun serempak
    menjawab, “Tidak.” “Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi,” Nasihat sang guru.

    Mendapat tugas yang baru ini, di benak murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan harinya ia harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. Ia terlalu terfokus pada waktu, yakni harus berangkat jam 5 tepat-tidak boleh kurang satu detik pun-dan pulang jam 5 sore-tidak boleh lebih. Setelah yakin dengan waktunya, ia pun pergi tidur.

    Dengan tugas yang sama, murid kedua lebih terfokus pada pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia langsung memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul. Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam dan siap digunakan. Dengan parang yang lebih tajam, hasil yang sama dapat diperoleh dengan upaya yang lebih sedikit, pikirnya. Tantangan kedua yang terbayang di benaknya adalah bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak secara efisien dan efektif? Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia masih mondar-mandir di depan kamarnya, memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, ia memutuskan untuk menyiapkan tali pengikat dan tongkat pikulan sebelum berangkat keesokan harinya. Dengan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. Paling tidak, ia bisa membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi di belakang; itu berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan memanggulnya. Dengan perasaan puas, ia pun pergi tidur.

    Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja keras, bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan. Sementara itu, murid kedua masih tidur. Tepat jam enam pagi, murid kedua bangun. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnya sampai benar-benar tajam. Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan. Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih. Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di rumah, diserahkannya ranting-ranting tersebut kepada gurunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang
    lebih cepat.

    Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon. Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.

  17. Wahyu says:

    Work hard bisa di efisienkan (work smart) dengan mempelajari sistem sehingga dengan modal/resource yang sama bisa menghasilkan lebih banyak karena kita mengikuti sistem.
    Sistem diciptakan untuk mebuat kerja lebih smart. Karena sistem juga mengajarkan bagaimana memaksimalkan potensi yang ada, jadi bukan memaksimalkan potensi yang akan ada.
    Jika kita bekerja dengan smart, tidak mutlak lagi diperlukan usaha dan modal yang besar, namun jika kita worksmart ditambah dengan modal besar dan workhard hasilnya akan luar biasa.

  18. nangga noer says:

    menurut saya…work hard dan work smart saling berkaitan..
    didalam work hard harus ada work smart tentunya,begitupun sebaliknya.
    untuk itu bisa menjalankan work smart biasanya diawali dengan work hard karena pada saat itulah banyak waktu yg digunakan untuk mempelajari sistem yg ada.mendalami dan menerapkannya dalam banyak waktu kerja..sehingga dari kerja keras akan tercipta cara-cara kerja yg pintar..karena biasanya setelah kita memahami sistem yg ada,mengerti dan memahami..otomatis akan tercipta suatu sistem dimana kita bisa bekerja secara efisien,cermat,dan bertanggung jawab.itulah karakteristik dari kerja keras dan kerja pintar..semua diawali dengan kerja keras.
    tanpa kerja keras takkan ada kerja pintar.

  19. for13luck says:

    ikut nimbrung bentar ya para praktisi bisnis
    menurut saya work smart sih bukan waktu seberapa lama kita kerja atau seberapa berat kita kerja (berat otot atau pikiran) namun se efektif n se efisien apa dalam menjalankannya, dengan mengetahui system, masuk dan membuat resolusi atau revolusi system.

  20. “Satu lilin bisa menyalakan banyak lilin” – pendapat pribadi saya tentang salah satu metode work smart yang dilakukan bos cosa, berbagi kebaikan (dalam hal ini pengetahuan buat kita2)

    “Walaupun nyalanya telah dibagi ke banyak lilin, namun nyalanya tidak akan berkurang” – malah ‘nambah’, bener ga?

    Kreatifitas, tampil beda, dan tentunya pengalaman akan membuat kita semakin bisa Work Smart – eh.. ini termasuk smart comment ga ;)

  21. Hamdan says:

    Jika yang ditanya inti dari konsep work hard dalam dunia bisnis internet, jawaban tepatnya adalah:

    Work Hard hanya DITERAPKAN KETIKA MEMPEJARI SISTEM. Dimana setelah MENGETAHUI SISTEM, ia akan paham menggunakan DANA SECARA EFESIEN dan MENCARI SISTEM YANG EFEKTIF. Yang pada akhirnya melahirkan Work Smart.

    Simak kata kuncinya kawan “Work Hard hanya dalam Mempelajari Sistem” selain itu baiknya gunakan Work Smart. Karena bisnis internet hamper semua lini menggunakan automatic system

  22. eko says:

    Antara work hard & work smart y? ehm,pertanyaan yang sulit.
    dari gambar diatas work hard terjadi terlebih dahulu setelah mengerti “cara” baru work smart. Meski kita punya modal yang cukup buat memulai bisnis tapi klo gak tahu cara yang terbaik untuk menggunakan modal itu juga sama saja bisa disebut work hard. Tapi klo modal pas2an tapi kita sudah mengerti gimna caranya menggunakan modal itu dg sebaik2nya khan juga work smart. jadi intinya sebelum memulai bisnis kita harus tahu harus mulai dari mana bisnis itu. Semua itu mudah klo sudah tahu caranya :p

    wah,lagi nglantur :)

  23. Purwanto says:

    Menurut saya sih, dari awal membangun bisnis kita harus work smart. Cuma, mau gak mau, pada awalnya kita harus work hard, apalagi kalo belum begitu menguasai bidang bisnisnya, kita harus siap ini. Dari pengalaman saya, sesuatu itu pada awalnya seringkali susah dan membutuhkan kerja keras. Tapi begitu kita menguasai ilmunya, seterusnya akan mudah, Insya Allah.
    Jadi gak masalah misalnya 3 miggu kita begadang-gadang, itu wajar. Tapi bulan-bulan berikutnya kita bisa ongkang-ongkang.

  24. yudi says:

    yang suka matematika dan sering ikut les alias bimbingan belajar pasti sangat familiar dengan yang sering disebut dengan “rumus cepat”, suatu formula yang dapat digunakan untuk menjawab hitungan dengan efisien dan tentu saja cepat. Formula ini adalah jalan pintas untuk mendapatkan jawaban yang benar dan mempersingkat waktu alias ga perlu capek2 ngabisin “kertas orat oret”

    inti dari menjawab soal pilihan ganda adalah JAWABAN YANG BENAR. jadi dalam situasi menjawab pilihan ganda, menggunakan metode “rumus cepat” adalah work smart.

    Sedangkan rumus panjangnya dapat disebut dengan work hard, karena menjawab dengan cara menjabarkan semua prosedur menghitung secara runtut satu persatu (bisa ngabisin 1 lembar jawaban untuk 1 soal) :mrgreen:

    Bila yang DIPENTINGKAN adalah jawaban yang benar (baca:hasil) maka cara “rumus cepat” (baca:work smart) adalah yang lebih baik. Ga perlu menjawab panjang2 bertele tele seperti menjawab soal isian 😀 Jadi buat apa pake rumus panjang jika bisa pake rumus cepat? bukannya ujian itu seringkali ada batas waktunya, dan metode rumus cepat adalah solusi yang tepat.

    sori kalo ngalor ngidul dan mungkin ga nyambung 😆

  25. kisaran says:

    ikut jg tebak2an nya om. 😆

    work hard disini artinya kita kerja dengan disiplin juga konsisten, tapi juga harus cerdas. Pake strategy/system biar bisa epektip baik dari hasilnya, modalnya, ato tenaga pengerjaanya. 🙄
    klo di skolahan dibilang, memanfaatkan sumberdaya sebaik mungkin biar dapet hasil yg sbaik2nya, klo bs jg modalnya sedikit2nya :mrgreen:

  26. work smart jga gag bsa serta merta keluar,atau niru orang lain.tp work smart itu original bikinan sendiri.kalo bikinan sendiri,pasti ngerti jalannya.luar dalam,bda kalo niru,susah, .

  27. Work hard itu ketika kita terus bekerja online sebagai single fighter. Opo opo dilakoni dewe. Irit dari sisi biaya tapi boros dari segi waktu. Padahal hanya karena kita belum coba konversi waktu kita ke uang.

    Dalam konsep untuk mengetahui secara pasti tentang flowchart system nya (baca : pembelajaran) sih ga pa pa.

    Kemudian :

    (1)Susun bagan alir systemnya untuk setiap model bisnis online yang digeluti.
    (2)Pemilihan dan Penggunakan tool yang tepat mutlak diperlukan untuk tujuan efisiensi. Tentu dengan biaya ekstra.
    (3)Pendelegasian kerja (outsourcing) harus dilakukan. Tentu dengan biaya ekstra juga.

    Bukankah ketika itu semua terkonversi menjadi dolar atau rupiah, bisa menjadi lebih berlipat dari investasi nya? Dan kita pun bisa ngalor ngidul ngulon ngetan seperti mas Cosa tanpa takut bisnis online kita nggak jalan. Karena kita sudah punya system yang bekerja untuk bisnis kita.

  28. Hadi says:

    Work smart without work hard is a bullshit.

  29. money guide says:

    saya sangat setuju mas, tapi tidak banyak orang yang faham dengan kerja system yang benar, yach jadi hasilnya acak kadul tidak sesuai dengan harapan. memang saling mendukung yaaaa

  30. Kadek Bagus says:

    yang penting have fun aja… :mrgreen:

  31. febri says:

    jujur yak…
    saya ngerasa cowok murahan setelah baca tulisan mas cosa di PDC…
    terus ke-kecil hatian itu berubah jadi semangat lagi setelah ada peryataan (sempet perang batin logh :-s ) “ya gak bisa juga di itung gitu! kalo kebetulan ybs memang kerjanya di belakang komputer? admin warnet misalnya. mau gak mau itu dunianya dia. (dalam kasus saya namanya hoby)”
    tapi jujur lagi,
    pernyataan di atas bener2 karangan yang di bikin buat nenagin ati saya doank!
    yang sebenernya terjadi, yang saya lakukan ini bukan cari duit di internet, tapi buang duit di internet! walopun bisa di bilang berimbang antara masuknya ama keluarnya, karna untuk beli semua keperluan onlen saya udah gak minta/make duit orang! walopun sekali2 ngutang juga :p (sayang gak ada jual rokok sama bensin onlen, jadi gak bisa make pp juga :'( )
    dan jujur lagi (semoga ini kejujuran yang terakhir :”> )
    abis baca ini saya lega banget… karna (dari yang saya tangkep) kerja keras dan kerja cerdas itu bukan tentang pilihan yang ditentukan kemampuan, tapi lebih tentang proses… and i realy enjoy my proces…..

  32. Mrnt Versi saya begini,
    Work hard msh diperlukan pd tahap awal dalam menjalankan bisnis online krn tnp “bekerja” tentunya penghasilan tdk akan datang.

    Namun work hard bisa diminimalkan dgn cara “work smart” yaitu dgn mendelegasikan tugas2 yang dulu kita jalan (hard) kepada orang yg berkompeten. Misalnya copywriting , krn kita tdk expert di bidang ini, kita bisa membayar org utk mengerjakan-nya dgn biaya seminim mgkn.

    begitu lah Gan.

  33. Hm… intinya, kita perlu belajar menjadi ‘lebah pemikir’ ya Mas Cosa??? Setelah kita paham dengan baik bagaimana sistemnya bekerja, kita mulai mencari ‘lebah pekerja’ untuk mengerjakan apa-apa yang kita pikirkan. Hehehe…

  34. kerja keras dan kerja cerdas menurut saya merupakan elemen yang SEHARUSNYA dilakukan oleh semua pebisnis, baik online maupun offline.
    sebenarnya jika kita belajar kerja keras, otomatis kita juga mengasah kemampuan untuk kerja cerdas, begitu juga sebaliknya. karena dengan mengasah satu kemampuan, secara otomatis kemampuan-kemampuan lain yang kita miliki akan ikut terasah juga.
    jika boleh menambahkan, alangkah dasyatnya hasil yang kita dapat jika kita menggabungkan kedua sistem kerja tersebut dengan kerja ikhlas.
    jadi, kerja keras + kerja cerdas + kerja ikhlas = hasil yang melimpah dan barokah…amin

  35. aji says:

    Workhard bagian hidup u mnuju sukses melalui kekuatan fisik yg banyak dilakukan oleh 80% kebanyakan pekerja sukses. Sedangkan work smart jalan menuju sukses yg dilalukan oleh 20% kebanyakan pekerja sukses. Worksmart lbh mengedepankan kekuatan pikiran yg inovatif. Sedikit waktu yg dialokasikan oleh smartworker adalah action dr stiap buah pikirannya dg memodifikasi sebuah sistem atau cara yg banyak dilakukan oleh hardworker.

  36. abu nawas says:

    Ada pepatah mengatakan, aku mendengar dan aku lupa, aku melihat dan aku ingat, aku berbuat dan aku mengerti.

    Smart work tidak sekonyong2 bisa dilakukan seseorang. Ada tahapan yang harus dilakukan sebelum Smart dalam work, yaitu mengoptimalkan seluruh potensi yang ada untuk sampai kepada level paham (hard work). Jadi hard work adalah salah satu tangga untuk sampai kepada smart work

  37. ini bisnis online, bukan kerjaan online. Namanya bisnis, tidak perlu kita selalu turun tangan.
    Untuk sukses di bisnis online, kita cuma perlu manage 3 hal:
    1. cashflow(fund)
    2. sistem
    3. orang

    Yang kita butuhkan adalah modal, membuat sistem yang efektif, dan mempekerjakan orang-orang yang berkompeten.

    Modal, siapa bilang bisnis online gak butuh modal. Kalo modalnya sekarang masih kecil, workhard dulu.

    Untuk bisa membuat sistem yang efektif, kita perlu banyak belajar(work hard). Kadang trial and error juga. Tidak ada kegagalan, yang ada hanya belajar.

    Mempekerjakan orang-orang yang berkompeten tentu butuh modal.

    bila bisa manage 3 hal tersebut dengan baik, bisnis apapun akan sukses.

    Setuju banget ama WorkHard->Understand System->WorkSmart

    Thank’s Om…
    You give me inspiration…

  38. assafah says:

    Inti sebenarnya dari konsep work hard dalam dunia bisnis internet menurut saya adalah tidak pahamnya seseorang terhadap system. jadi ini kaitannya dengan ilmu,pemahaman atau pengetahuan. Dan inilah menurut saya baik dibisnis online maupun ofline yang menyebabkan seseorang tidak bekerja secara smart. kalau besar kecilnya modal itu relatif dan orang yang paham(berilmu) walaupun dengan modal yang sedikit dia akan mampu bekerja secara smart.

  39. COba saja bisa digabungkan, pasti hasilnya akan lebih mantap. :)

  40. betul tujuan akhir kita adalah work smart. Tapi kita harus work hard dulu untuk menemukan sistem yang tepat, baru kemudian kita bisa work smart.

    menurut saya, kalau pertama kali terjun (belum ngerti apa-apa), kita sudah menggunakan modal untuk tujuan work smart, kemungkinan besar kita gagal dan berhenti dari bisnis Internet.

  41. ucok82 says:

    kok pada lebay yah koment2nya hahaha…menurut saya sih bro work hard ama work smart itu sepasang kekasih yang tak bisa terlepaskan dan MENYATU (mudah-mudahan gak terlalu lebay deh :))..intinya dalam work hard itu ada work smart begitu juga sebaliknya..

  42. 12obin says:

    Dengan melihat konsep di atas, akan terlihat bahwa dengan sedikit modal akan membutuhkan banyak kerja keras dan makan waktu utk mengerjakannya, misal blogwalking seperti ini:). Ketika modal agak banyak akan lebih menyedikitkan waktu dan kerja agak minim untuk menghasilkan banyak income dalam hal ini( work smart). Dalam kasus situs seperti kaskus awalnya akan lebih banyak modal utk iklan baik ppc ataupun lewat offline seperti pamflet. Namun ke depannya akan dapat menghasilkan yang lebih baik, sehingga semuanya akan berjalan dengan baik karena sudah terkenal dari mulut ke mulut.
    Ketika masuk sistem dalam hal otomatisasi untuk kasus produk digital akan menghemat waktu jika telah mengetahui sistemnya, sayang saya gak punya produk, hehe:) mungkin cosa mau kasih produk yang bisa saya jual ke clickbank misalnya nanti fifty-fifty,..:)
    Namun saya percaya, sistem apapun itu pada mulanya membutuhkan banyak kerja dan kerja keras. Apakah thomas alva edison membuat listrik dalam waktu singkat? Lihat saat ini beliau bisa melihat hasilnya. Kasus anne ahira yang saya dengar harus mengeluarkan uangnya sampai 250 juta di awalnya usahanya di dunia internet marketing, dan hasilya kemudian telah memiliki banyak karyawan dan ribuan murid, dengan awal kerja keras juga.
    Jadi intinya kerja keras dan banyak kerja tetap perlu walaupun modal cukup, kalau tidak mau rugi. Setelah kita tahu sistemnya, kita sewa orang(mgkn karyawan) dan mengoptimalkan sistem yang ada, saya kira sistem seperti clickbank atau e-jungkie merupakan layanan penjualan produk digital yang baik. Seperti kata cosa, gak ada yang instan di dunia ini, bukan? :)

  43. Jon says:

    Katakan saya punya modal berapapun pasti bisa saya sediakan, terus langkah berikutnya apa coba?

  44. Anang says:

    Saya pilih Work Smart,
    Karena kata om bob, Jika anda mencintai apa yang anda lakukan dan melakukan apa yang anda cintai, maka tidak ada itu yang namanya kerja keras, karena anda sepenuhnya menikmati apa yang sedang anda kerjakan.

    Salam

  45. wah,jadi kayak forum diskusi, . :D

  46. dgs says:

    Orang tidak bisa langsung work smart, sebelum work smart ya harus work hard dulu, belajar systemnya, trus nemu kuncinya baru kita bisa work smart.

    Work smart butuh modal, modal gunanya ya untuk gantikan kita kerja. Intinya sama saja anda mau kerja keras atau mau kerja dikit dengan syarat mau ganti kerja dengan duit. Kalau gak mau modal ya harus kerja lebih keras.

    work smart identik dengan menggunakan tenaga dari luar, kita punya biaya/modal uang dan waktu dan ada orang yang mau bekerja untuk kita, sehingga kita bisa bekerja lebih smart.

  47. nambah.. nambah,
    work smart bs saya artikan tidak pelit ilmu.. d kantor mis : klo ad temen br ato temen lama yg membutuhkan ‘ilmu’ kita utk menyelesaikan kerjaan kantor, pst dg senang hati saya tularin ilmu (dg tetep menyimpan ilmu spesialisasi kita, biar g kegusur posisi qta :D ). Dgn demikian qta bs dapetin ‘sukarelawan’ ekstra yg bs bantu tugas2 qta.. ga perlu work hard lagee kan.

  48. Intinya Work Smart itu = Faktor Kali x Daya Ungkit

  49. andizulfikar says:

    inilah hasil dari renungan saya selama ini
    smart work VS hard work adalah suatu hasil yang didapat jika oleh seseorang jika ia ingin berubah (change)
    smart work menbutuhkan :
    sumberdaya tenaga hampir sama dengan hardwork biar dapet hasil yg maksimal dengan modalnya sedikit hehe………
    and butuh waktu yang hampir sama atau lebih biar dapat hasil maksimal juga
    selain itu smart work membutuhkan lingkungan yang saling mendukung atau bisa dikatakan team work yang baik dan saling mengerti, kalau soal modal mungkin hampir sama dengan yang dipakai oleh hard work tapi bisa juga lebih sedikit (nama juga Smart om)hehe………………………………….

  50. Melihat artikel Anda, gambar pertama membuat kaget saya, saya berpikir Anda telah mengabaikan pentingnya kerja keras, tetapi ternyata saya keliru, bahwa anda ternyata menyimpulkan kalo sukses itu adalah perpaduan dari kerja keras dan kerja smart, Saya jadi ingat sebuah buku yang judulnya saya lupa, yang mengankat soal perpaduan kerja keras + kerja cermat dan Kerja iklas, karena memberi kepada orang lain, itu akan kembali kapada kita Hehehehehe… Salam kenal mas Cosa ya !

Leave a Reply

PENTING: Saya menghargai apapun komentar Anda mengenai artikel saya. Tapi saya sangat TIDAK menghargai apabila Anda melakukan SPAM atau menyertakan URL ke situs yang tidak berhubungan di dalam form komentar.

[+] kaskus emoticons nartzco

Topik yang berhubungan dengan artikel "Work Hard vs Work Smart": . Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian :)

1 | Panorama Theme by Themocracy